Timnas Tundukkan Singapura 2-0, Lawan Sesungguhnya Malaysia, Mungkinkan Akan Menang?

Hariri HJ • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB
Timnas Tundukkan Singapura 2-0. (Rosadi Jamani/ai)
Timnas Tundukkan Singapura 2-0. (Rosadi Jamani/ai)

HALO JEMBER - Terima kasih John, pasukan mu membuat negeri ini sejenak melupakan segala huru-hara. Timnas bisa memberikan kemenangan pada negeri ini setelah menundukkan Singapura 2-0. Tapi, lawan sesungguhnya nanti, Malaysia. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Malam itu SUGBK bukan stadion. Itu padepokan silat Nusantara berkapasitas puluhan ribu manusia sedang kehilangan kesabaran terhadap negeri. Para fans Indonesia datang sejak sore. Mereka sudah kenyang melihat wajah-wajah koruptor berseliweran di layar televisi. Maka ketika Garuda turun gelanggang, harapannya sederhana, tolong hibur kami, Bang!

Wasit asal Uzbekistan, Lutfullin, meniup peluit. Garuda langsung menerjang. Singapura memasang benteng. Safuwan Baharudin dan Hariss Harun berdiri seperti dua satpam komplek baru mendapat informasi, garuda akan datang dari tiga arah.

Baca Juga: John Herdman Bicara Debut Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Lawan Real Madrid

Kiper Mohamad Izwan bin Mahbud ikut sibuk. Namun menit ke-15, Luke Vickery mengirim umpan cantik. Ragnar Oratmangoen menyambut. Jebret! Gooooool! Garuda 1, Singa 0. SUGBK meledak.

Jakarta mendadak seperti habis kena gempa versi sepak bola. Tukang bakso lewat tidak dipanggil. Tukang cilok kehilangan pelanggan karena semua orang sedang teriak. Di Pontianak, Tugu Khatulistiwa secara imajinatif ikut miring. KRI Sriwijaya yang sedang dicat mungkin berpikir, “Ini perang atau pertandingan bola?” Patung Singa di Singapura? Kumisnya basah.

Garuda terus menyerang. Peluang datang berkali-kali. Namun gawang Singapura seperti punya pagar gaib. Sementara Maarten Paes? Santai. Kalau kamera memperbesar wajahnya, mungkin kelihatan tulisan, “Kapan kopi datang?”

Maklum, benteng Indonesia dijaga Kevin Diks, Elkan Bagott, Calvin Verdonk, dan Dean Ruben James. Babak pertama selesai. Indonesia 1-0 Singapura.

Di ruang ganti, John Herdman memberikan tausiyah. “Jangan malu-malu cetak gol, wak. Silpester saja tidak malu. Masa kalian malu? Hajar saja singa itu!”

Di kubu Singapura, Gavin Lee juga memberikan kultum. “Come on! Baru satu gol. Usahakan seri. Kalau seri, lumayan. Kita bisa bikin malu Indonesia yang didominasi wajah bule.”

Babak kedua dimulai. Penonton sudah kembali dari misi nasional, membeli sekuteng dan cilok. Singapura mencoba bangkit. Tapi kemudian petaka datang. Safuwan Baharudin mengait kaki pemain Indonesia. VAR dipanggil. Lutfullin menonton layar. Mukanya serius.

Kemudian...Kartu Merah! Singa kehilangan satu taring. Indonesia mendapat tendangan bebas. Thom Haye mengeksekusi. Saat ia menendang, bola meluncur, lalu coba dihalangi dengan tangan pemain belakang Singapura. Seketika, wasit menunjuk titik penalti.

Ole Romeny maju. Stadion mendadak hening. Romeny menendang. Gooooool! 2-0! Jakarta kembali horor. Satelit NASA yang tadinya memantau Houthi, secara metaforis mungkin berkata, “Sebentar. Ada keributan baru di Jakarta.”

Singapura bermain dengan sepuluh orang. Garuda semakin beringas. Rayhan Hannan dan Rizky Ridho masuk. Para pendekar Nusantara mulai menguasai padepokan. Paes? Masih santai. Ada penonton teriak, “Bang Paes, ngopi yok!”

Menit-menit terakhir, peluang Indonesia terus bermunculan. Jantung penonton sudah mulai copot, tinggal kabelnya. Namun skor bertahan. Peluit panjang. Indonesia 2-0 Singapura.

Garuda menang. Malam itu rakyat mendapat pelipur lara. Memang kemenangan ini tidak otomatis membuat koruptor bertobat. Tidak membuat pejabat mendadak transparan. Tidak membuat rapat politik berubah menjadi pengajian.

Tetapi setidaknya selama 90 menit lebih, rakyat punya alasan untuk tersenyum. Garuda mencakar Singa. Sementara Malaysia sebelumnya menghajar Bangladesh 3-0 dan kini memimpin grup.

Laga berikutnya? Indonesia vs Malaysia, Senin 28 September 2026, SUGBK, pukul 19.30 WIB. Inilah laga sesungguhnya. Garuda ketemu Harimau. Silat Nusantara bertemu silat Malaya. Laga penuh dendam, emosi, dan gengsi.

Penulis, Rosadi Jamani #camanewak #jurnalismeyangmenyapa #JYM

Editor : Hariri HJ
Timnas Tundukkan Singapura 2-0 Lawan Sesungguhnya Malaysia Mungkinkan Akan Menang? koruptor berseliweran