Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ternyata Qorin dan Khodam itu Berbeda. Simak Penjelasannya.

Dwi Siswanto • Senin, 24 Juni 2024 | 20:03 WIB
ilustrasi khodam  (Instagram @daody.misticart)
ilustrasi khodam (Instagram @daody.misticart)

HALO JEMBER – Cek Khodam belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Mendengar kata Khodam juga mengingatkan dengan Qorin.

Qorin pun juga menjadi judul film bergenre horor religi Indonesia. Baca Juga: Sebelum Tahu Tentang Cek Khodam. Coba Tonton Film Horor Qorin Banyak orang yang mengira antara Qorin dan Khodam ini sama. Namun, pendapat lain ternyata Qorin dan Khodam itu berbeda

Apa Itu Qorin ?

Perbedaan qorin dan khodam yang pertama dapat dilihat secara bahasa. Kata qorin secara bahasa dapat diartikan sebagai teman atau pendamping.

Merujuk dari pengertian tersebut, qorin dapat diartikan sebagai makhluk halus atau jin yang mendampingi manusia sejak lahir hingga wafat nanti.

Qorin merupakan jin yang diyakini sebagai golongan jin yang jahat.

Mengapa? karena tugas qorin adalah untuk menghasut manusia agar terjerumus dalam kejahatan atau kemaksiatan. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa jin qorin dapat diislamkan, seperti jin qorin milik Rasulullah SAW.

Peristiwa tersebut tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahuanhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang Qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, ‘Termasuk Anda, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Apa itu Khodam?

Istilah khodam berasal dari bahasa Arab khodim yang berarti pembantu. Sesuai dengan maknanya, khodam merupakan jin atau makhluk halus yang mendampingi dan melindungi manusia.                             

 Khodam dapat berasal dari benda-benda pusaka, seperti keris, cincin, dan benda-benda pusaka lainnya. Ada juga khodam yang berasal dari arwah leluhurnya, bisa keluarga terdekat, seperti kakek, nenek, atau buyut atau juga bisa arwah nenek moyang yang hidup ratusan tahun yang lalu.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Horor yang Diangkat dari Kisah Nyata, Serem Abis

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang memiliki khodam atau pendamping karena khodam hanya mengikuti orang-orang yang memiliki kekuatan gaib atau yang rajin beribadah. Selain itu, ada juga orang yang memiliki khodam karena keturunan keluarganya.

 

Letak Perbedaan Qorin dan Khodam

Salman Akif Faylasuf, Alumnus PP PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo juga angka bicara dan menuliskan opininya tentang khodam.

khodam adalah ia termasuk kategori jin ifrit. Golongan bangsa jin yang mempunyai kekuatan dan kecerdikan. Jin inilah yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Namun, ada juga ifrit yang muslim dan baik, tentunya bisa menjadi khodam pada manusia-manusia yang muslim dan yang baik pula. Dan ifrit yang berperilaku jahat dan kafir biasanya dimanfaatkan (dijadikan khodam) oleh para tukang sihir dan dukun.

Berbeda halnya dengan jin qarin atau qorin. Ia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan kembar atau serupa dengan manusia, serta sebagai pendamping selama hidupnya. Namun demikian, tidak semuanya Jin qarin mengajak kepada kebaikan, tetapi ada juga yang menyesatkan, dan itu semua tergantung manusianya yang terpengaruh terhadap bisikan-bisikan jin tersebut.

Kata Ustadz Adi Hidayat, jika kemudian hari jin menampakkan diri kepada manusia, maka kemungkinan jinnya sedang bermasalah sebab keluar dari fitrahnya, karena fitrahnya jin selalu tersembunyi. Dan yang lebih masalah jika ada manusia yang selalu mencari penampakan jin.

Selain jin juga tidak kelihatan mata, ternyata ia memiliki sifat kasar (tidak lembut). Kenapa demikian? Karena ketika jin masuk ke dalam tubuh manusia (kerasukan), maka perilakunya tidak akan pernah lembut (arogan). Ia akan selalu membuat kegaduhan dan kekacauan.

Terlepas dari itu semua, menghamba kepada khodam (jin dan malaikat) maka sama sekali tidak bisa dibenarkan, dan ini menyalahi syariat. Sebab mereka juga adalah makhluk Tuhan yang memiliki kewajiban mengabdi dan menyembah kepada Allah Swt.

Bahwa seorang hamba dihadapan Tuhannya sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Ia sebagai makhluk lemah, harus bersikap patuh terhadap apa yang diperintahkannya. Tidak boleh membangkang.

 

 

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#dukun #khodam #jin #Qorin #Cek Khodam