Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Habib Abu Bakar Assegaf Gresik, Guru dari Habib Sholeh Tanggul

Dwi Siswanto • Kamis, 23 Mei 2024 | 01:42 WIB
Foto kolase: Habib Abu Bakar Assegaf (kiri) dan Habib Sholeh Tanggul (kanan)
Foto kolase: Habib Abu Bakar Assegaf (kiri) dan Habib Sholeh Tanggul (kanan)

HALO JEMBER – Habib Sholeh Tanggul namanya begitu terkenal. Hingga haulnya di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur begitu banyak menyedot masyarakat. Dibalik itu, Habib Sholeh Tanggul juga berguru ke sejumlah tokoh agama, termasuk para habaib. Salah satunya adalah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf atau disebut Habib Abu Bakar Assegaf Gresik.

Berdasarkan ceritanya, sebelum Habib Sholeh Tanggul itu memutuskan untuk menetap dan berdakwa di Tanggul, Jember. Terlebih dahulu Habib Sholeh tinggal di Lumajang. Tepatnya di Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Habib Sholeh Tanggul memiliki nama lengkap Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid. Beliau lahir di desa Wadi ‘Amd, Hadramaut, Yaman pada 17 Jumadil awal 1313 Hijriah. Bertepatan dengan tahun 1895 Masehi.

Pada usia 26 tahun yang bertepatan tahun 1921, Habib Sholeh memilih hijrah ke Indonesia bersama Syekh Fadhli Sholeh Salim bin Ahmad al-Asykari. Dalam perjalanan ke Indonesia tersebut Habib Sholeh juga sempat singgah sebentar di Gujarat, India. Hingga datang ke Jakarta ke Indonesia. Pada tahun tersebut, juga diketahui ada Tsunami di Jember, Jawa Timur

 Baca Juga: Fun Fact! Habib Sholeh Tanggul Datang di Tahun yang Sama dengan Tsunami Jember

Mengetahui Habib Sholeh ada di Jakarta, maka sepupunya Habib Muhsin bin Abdullah al-Hamid yang telah lebih dulu berhijrah, meminta Habib Sholeh untuk mengunjungi kediamannya di Lumajang.

 Di Lumajang itulah Habib Sholeh mulai belajar adat istiadat, bahasa, dan tata krama masyarakat Lumajang. Setidaknya selama 12 tahun, Habib Sholeh keliling ke desa-desa di Lumajang. Sehingga, tidak salah di Lumajang sampai saat ini ada jejak Habib Sholeh yaitu sumur Habib Sholeh.

Setelah dari Lumajang, Habib Sholeh memilih menetap di Tanggul, Jember untuk berdakwa. Jarak antara Tanggul dan Lumajang pun cukup dekat, sekitar memakan waktu 60 menit perjalanan.

Pada saat di Tanggul tersebut, datanglah ilham rabbaniyah kepada beliau untuk melakukan uzlah. Untuk mengasingkan diri dari gemerlap duniawi dan godaannya. Habib Sholeh menghadap dan bertawajjuh kepada kebesaran sang pencipta. Dalam khalwatnya, beliau senantiasa mengisi waktu-waktunya dengan membaca Al-Qur’an, bershalawat dan berdzikir mengagungkan asma Allah.

Dan hal itu berlangsung selama lebih dari 3 tahun. Hingga pada suatu saat dalam khalwatnya, beliau didatangi oleh guru beliau, Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abu Nakar bin Muhammad Assegaf, dalam cahaya yang bersinar terang.

Kondisi warga yang hadir di Haul Habib Sholeh Tanggul, Jember, Jawa Timur pada 21 April 2024 (FOTO: YULIO/RADARJEMBER JAWAPOS)
Kondisi warga yang hadir di Haul Habib Sholeh Tanggul, Jember, Jawa Timur pada 21 April 2024 (FOTO: YULIO/RADARJEMBER JAWAPOS)

Selanjutnya Al-Habib Abubakar mengajak beliau keluar dari khalwatnya, lalu memerintahkan Al-Habib Sholeh untuk datang ke kediamannya di kota Gresik. Sesampainya di rumah Al-Habib Abubakar, Al-Habib Sholeh diminta untuk mandi di jabiyah (kolam mandi khusus di kediaman Al-Habib Abubakar bin Muhammad Assaqof, Gresik). Kemudian Al-Habib Abubakar memberinya mandat dan ijazah dengan memakai jubah, imamah dan sorban.

Selain itu, Habib Sholeh Tanggul pun diminta untuk Habib Abu Bakar Assegaf Gresik tersebut untuk ibadah haji.

Editor : Dwi Siswanto
#Haul Habib Sholeh #Habib Abu Bakar Assegaf Gresik #jawa timur #Habib Sholeh Tanggul