HALO JEMBER - Suluk Jalan Terabas menjadi salah satu ajaran yang dipakai Gus Miek atau Kyai Hamim Tohari Djazuli dalam berdakwah.
Semua golongan, baik petinggi, tukang becak, pedagang kopi, hingga wanita penghibur pun diberi nasehat berharga dari Gus Miek.
Bahkan, ajaran Gus Miek tentang Suluk Jalan Terabas itu juga dibukukan hingga dijadikan kajian penelitian atau skripsi di beberapa kampus.
Salah satu buku yang membahas Suluk Jalan Terabas adalah karangan dari M. Nurul Ibad. Buku yang diterbitkan Pustaka Pesantren tersebut terbit tahun 2012 di Yogyakarta.
Ringkasan Singkat Buku
Banyak jalan menuju Tuhan! Itulah salah satu dhawuh Gus Miek yang patut kita hayati dan renungkan. Gus Miek, dengan pengalaman dan penghayatannya yang mendalam pada inti ajaran Islam, menyadari sepenuhnya bahwa tidak semua orang bisa menjalani hidup ini secara baik dan mulus seperti dikehendaki oleh agama (Islam). Itu berarti, tidak semua orang bisa langsung dekat dengan Tuhan.
Jalan Terabas yang digagas Gus Miek ini patut dipilih oleh siapa saja yang jendal menempuh jalan menuju Tuhan. Menurut Gus Miek, kalau Anda tidak bisa dekat secara langsung dengan Tuhan, hendaknya Anda dekat dengan orang yang dekat dengan Tuhan. Itulah contoh Jalan Terabas; jalan pintas yang bisa ditempuh siapa saja yang ingin hidup bahagia di dunia dan di alam baka.
“Kalau Anda tidak bisa dekat secara langsung dengan Tuhan, hendaknya Anda dekat dengan orang yang dekat dengan Tuhan.”
Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kurban Ala dr Zaidul Akbar Agar Tetap Sehat dan Enak
Pengarang : M.Nurul Ibad
Penerbit : Pustaka Pesantren
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2012
ISBN : 978-979-8452-30-7
Subyek : Biografi ahli administrasi negara dan militer
Klasifikasi : 899 Mnu s
Bahasa : Indonesia
Edisi : 1
Halaman : 18 cm; 164 hlm
Sementara dalam skripsi Suluk Jalan Terabas Gus Miek Untuk Meraih Kebahagiaan: Studi Terhadap Jemaah Dzikrul Ghofilin Gayungan Surabaya. Oleh, Muhammad Syaifudin Zuhri, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel tahun 2029.
Dalam menapaki jalan Tuhan, seseorang harus melalui sebuah jalan yang akan dilalui untuk menuju ke arah yang di tuju. Jalan itu adalah suluk, suluk sebagaimana dalam tarekat adalah sebuah jalan atau metode untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pada masanya, suluk menjadi sebuah wadah penyatuan makhluk dengan rab-nya, seperti yang jalani seorang pengikut tarekat.
Suluk jalan terabas, ajaran oleh Gus Miek sebagai pencetus dari pada Dzikrul Ghofilin, meskipun bukan tarekat sebagaiman umumnya. Suluk jalan terabas memiliki kedekatan dengan tradisi tarekat. Berkaitan dengan tarekat yang memiliki afiliasi amal dan doa.
Peneliti menggali bagaimana suluk jalan terabas dan apa dampaknya kepada jemaah Dzikrul Ghofilin Gayungan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan menggali sumber atau informasi dari jemaah Dzikrul Ghofilin Gayungan Surabaya sebagai objek penelitian.
Berdasarkan penulisan disimpulkan bahwa suluk jalan terabas merupakan kombinasi amalan, wirid, dan doa yang bersumber dari beberapa tokoh ulama besar, seperti ijazah fātihah dari KH. Dalhar Watucongol, mbah jogoreso gunung pring, mbah mas‘ud pager wojo, dan beberapa ulama’ yang dianggap waliyullah, seperti, KH. Hamid Pasuruan, Mubasyir Mundhir, KH. Ahmad Shidiq.
Adapun dampak kepada jemaah Dzikrul Ghofilin antaranya adanya suatu ketenangan batin, dan juga perasaan senang, bahagia, serta semangat untuk berkehidupan serta ibadah yang di rasakan oleh jemaah Gayungan.
Baca Juga: Simak dan Simpan. Bacaan Maulid Simtudduror. Karya Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Solo
Editor : Dwi Siswanto