HALO JEMBER - Isu miring dan kontroversial yang melekat pada Gus Miek, karena adalah kebiasaanya dengan perempuan nakal. Dia kerap berbicara empat mata dengan perempuan di dalam kamar. Cara tersebut kerap berseberangan dengan kiai lainnya. Bahkan, perjuangannya kerap mendapat penolakan di kalangan kiai lain.
“Gus Miek, kalau berdakwah memang menyasar perorangan,” ujar Ferry Husnul Maab, Cucu Gus Miek. Bahkan, dalam buku “Perjalanan dan Ajaran Gus Miek” karangan Muhamad Nurul Ibad menyebutkan, ketika berhadapan dengan perempuan nakal di kamar, Gus Miek tidak lagi melihat rupanya. Yang dilihat Gus Miek hanyalah darah dan tulang.
Cerita itu dibenarkan oleh Ferry. Dia menambahkan, kakeknya bisa melihat masa depan perempuan yang diajak bicara empat mata. Dengan begitu, Gus Miek bisa memberi nasihat kepada perempuan yang diajaknya bicara.
Ferry menambahkan, Gus Miek sejak kecil dikenal memiliki kemampuan di luar nalar. Dia kerap berada di beberapa tempat dalam waktu bersamaan. Bahkan Gus Miek pun jarang berada di rumahnya, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo. “Dalam satu tahun (Gus Miek, Red) hanya dua kali di rumah,” papar Ferry. Selama di luar, Gus Miek berdakwah ke banyak tempat di luar Kediri.
Dalam tulisan Ahmad Faisal Zam Ani, Mahasiswa UIN Sunan Ampel di laman Radar Madura, menceritakan perjalanan dakwah Gus Miek.
Suatu ketika KH Khamid Pasuruan ditanya tentang KH Ahmad Shidiq tentang kepribadian Gus miek, "kalau aku dijadikan seperti Gus Miek mungkin aku tidak akan kuat" karena gus miek berkeliaran di diskotik, tempat perjudian, bersama preman-preman. Dengan itu semua gus miek mampu berbaur dengannya untuk menyampaikan ajaran islam.
Putra dari KH Ahmad Shidiq yang bernama Gus Farid bertanya kepada Gus miek, "Gus gimana perasaan samean bila bersama dengan wanita-wanita yang begitu cantik, bersolek, menawan dengan pakaian yang sangat minim?,”
Kalau kamu gimana?", tanya gus miek.
Gus farid menjawab, " ya...... cantik, mempesona.”
“Itu kalau pandanganmu,” jawab Gus miek.
“lha beda to gus ?” timpal Gus Farid.
Gus miek, " ya beda".
Baca Juga: Selamatkan Kapal Jamaah Haji. Ini Karomah Habib Abu Bakar Assegaf Gresik
Akhirnya Gus miek mengusap muka gus farid dan seketika itu Gus Farid kaget dengan apa yang dilihatnya.'
Gimana sekarang, apakah masih ada perasaan nafsu atau gimana ? tanya gus miek.
Gus farid "lha kalau kayak gini tidak ada perasaan sama sekali gus, malah jijik, dan ada rasa pingin muntah.
Ternyata dipandangan Gus Farid wanita penghibur malam itu berubah menjadi tulang yang dibalut daging dengan berlumuran darah.
Oleh karena itu sebenarnya yang dimaksud dengan wanita itu, karena wanita terkadang mampu memberikan pengaruh terhadap seseorang untuk melakukan maksiat cukup dengan memandangnya. Sehingga dengan Itulah gus miek seorang wali kharismatik memberikan jawaban yang pada akhirnya dapat merubah pandangan nyata Gus Farid ketika melihat wanita.
Sungguh luar biasa Gus Miek seorang ulama kharismatik dengan berbagai dakwah yang berbeda dengan kyai-kyai lainnya.
Bahkan tidak hanya cerita-cerita tersebut akan tetapi masih banyak lagi kisah menarik lainnya yang dapat membuat kita tercengang dengan cerita yang berupa kejadian-kejadian yang dialami ketika bersama Gus Miek.
Editor : Dwi Siswanto