HALO JEMBER - Cahaya putih terdiri dari spektrum warna yang berbeda, dan warna hijau terletak di antara warna biru dan kuning dalam spektrum ini. Lantas, mengapa warna hijau itu lebih menenangkan dan menyejukkan?
Warna hijau memiliki panjang gelombang sekitar 495-570 nanometer dan memiliki energi yang rendah.
Lantaran memiliki energi yang rendah, warna hijau dianggap sebagai warna yang menenangkan dan menyejukkan. Penggunaan warna hijau juga dapat mempengaruhi psikologi manusia. Warna hijau seringkali dikaitkan dengan rasa tenang, damai, dan sejuk.
Hal ini membuat warna hijau menjadi pilihan yang populer untuk digunakan dalam terapi warna, meditasi, dan ruang relaksasi. Warna hijau juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan konsentrasi dan fokus.
Selain itu, warna hijau terletak di antara warna kuning dan biru dalam spektrum cahaya terlihat. Simbolis, kuning melambangkan matahari, alam surga, sedangkan biru melambangkan bumi, kehidupan dunia, dan bumi dikenal sebagai planet ‘biru’, karena permukaannya terdiri dari 70 persen air.
Manusia sebagai makhluk surga dan bumi
Manusia adalah gabungan dari sifat surga dan bumi, seperti halnya warna hijau adalah campuran dari warna kuning dan biru. Warna hijau juga dikaitkan dengan kehidupan, musim semi, dan kebangkitan. Bahkan, kata ‘surga’ dalam bahasa Arab, ‘Jannah’, berarti ‘taman’, sebuah citra yang secara universal dikaitkan dengan warna hijau.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan bahwa kehidupan dapat timbul dari bumi yang tandus saat ditumbuhi air, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran Allah) ialah kamu lihat bumi yang sunyi, maka apabila Kami turunkan air kepadanya, ia berguncang hidup.
Sesungguhnya Dia (Allah) yang memberikan kehidupan kepada (benda-benda yang mati) tanah itu, benar-benar akan membangkitkan kembali (manusia) itu (dari kubur). Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fussilat: 39)
Hijau Berarti tentang Kehidupan
Selain islam, warna hijau juga kerap kali dipakai pada kegiatan lingkungan hidup. Hal itu punya alasan kuat, karena merujuk pada warna tanaman. Hijaunya daun tersebut karena pigmen yang disebut klorofil.
Klorofil menyerap cahaya merah dan biru tertentu dan memantulkan cahaya hijau, memberi tanaman warna hijau. Warna-warna cerah musim gugur seperti merah, kuning, oranye, ungu muncul karena tanaman daun gugur berhenti memproduksi klorofil saat hari-hari mulai pendek, yang memungkinkan pigmen lain untuk mendominasi.
Namun selain warna hijau, klorofil juga merupakan bagian dari proses kimia yang mengubah energi matahari menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman sebagai makanan.
Ketika tanaman dimakan, energinya ditransfer ke konsumen tersebut dan seterusnya dalam rantai makanan. Tanpa klorofil, zat yang membuat tanaman hijau, energi matahari akan tidak dapat diakses oleh tanaman, hewan, dan manusia sebagai makanan, dan kehidupan seperti yang kita ketahui di bumi akan berhenti. Koneksi antara warna hijau dan kehidupan sangat dalam.
Editor : Dwi Siswanto