Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Anak Bungsu Habib Ali Solo, Diminta Wisata Hati ke Pulau Jawa

Dwi Siswanto • Kamis, 13 Juni 2024 | 23:06 WIB
Habib Alwi putra dari Habib Ali Solo
Habib Alwi putra dari Habib Ali Solo

HALO JEMBER –Habib Ali bin Muhammad bin Al Habsyi atau yang dikenal Habib Ali Solo ini cukup terkenal. Dia adalah pengarang kitab Maulid Simtudduror.

Beliau juga cukup lama berdakwah di tanah air, tepatnya di Solo, Jawa Tengah. Lahir di Yaman 1259 H atau 1839 M dan wafat pada tahun 1333 H  atau 1913 M. Saat wafatnya Habib Ali, tentu saja membuat kesedihan mendalam bagi keluarganya.

Termasuk putranya Habib Alwi bin Ali Al Habsyi. Pemuda berusia 22 tahun itu ditinggal wafat oleh ayahnya, Habib Ali bin Muhammad bin husein Al- Habsyi.

Pada saat itu, Habib Alwi masih tinggal di Kota Seiwun, Hadramaut, Yaman. Baca Juga: Mengenal Kota Seiwun di Yaman. Negeri Kaum Saba hingga Habaib

Habib Alwi adalah anak bungsu, paling disayang Habib Ali. Begitu juga, Habib Alwi pun begitu menyayangi ayahnya.

Hababah Khodijah, kakak sulungnya, yang terpaut 20 tahun, merasakan kesedihan adiknya yang telah diasuhnya sejak kecil. Daripada hidup resah dan gelisah, oleh putri Habib Ali Al-Habsyi tersebut. Habib Alwi disarankan untuk berwisata hati ke Jawa, menemui kakaknya yang lain, Habib Ahmad bin Ali Al-Habsyi di Betawi.


Habib Alwi pergi ke Jawa ditemani Salmin Douman, santri senior Habib Ali Al Habsyi, sekaligus sebagai pengawal. Dalam perjalanannya ke tanah air, Habib Alwi meninggalkan istri yang masih mengandung di Seiwun, yang tak lama kemudian melahirkan, dan anaknya diberi nama Habib Ahmad bin Alwi Al Habsyi. Putra Habib Alwi, yaitu Habib Ahmad tersebut makamnya juga bersanding dengan Habib Alwi di Masjid Riyadh Solo, yaitu masjid yang jadi lokasi utama Haul Solo.
Baca Juga: Kenali Tiga Makam Habib di Masjid Ar Riyadh Solo.

Kabar kedatangan Habib Alwi telah menyebar di Jawa, karena itulah banyak murid ayahnya ( Habib Ali Al-Habsyi ) di Jawa menyambutnya, dan menanti kedatangannya di kota masing-masing.

Pertama kali Habib Alwi tinggal di Betawi beberapa saat. Kemudian beliau ke Garut, Jawa Barat dan menikah lagi. Dari wanita ini lahir Habib Anis dan dua adik perempuan. Lalu, beliau pindah ke Semarang, Jawa Tengah.

Disana beliau menikah lagi, dia dinugerahi banyak anak salah satunya Habib Abdullah dan Fathimah.

Selanjutnya beliau pindah lagi ke Jatiwangi, Jawa Barat, dan menikah lagi dengan wanita setempat. Dari perkawinan itu, beliau memilki enam anak, tiga lelaki dan tiga perempuan. Di antaranya adalah Habib Ali bin Alwi Al-Habsyi serta Habib Fadhil bin Alwi yang meninggal pada akhir Agustus 2006.

Akhirnya, Habib Alwi pindah ke Solo, Jawa Tengah. Pertama kali, Habib Alwi sekeluarga tinggal di Kampung Gading, di tempat seorang raden dari Kasunan Surakarta. Kemudian beliau mendapatkan tanah wakaf dari Habib Muhammad Al-Aydrus ( kakek Habib Musthafa bin Abdullah Al-Aydrus, Pemimpim Majlis Dzikir Ratib Syamsisy Syumus ), seorang juragan tenun dari kota Solo, di Kampung Gurawan.


Namun ada masalah dengan soal pemakaman, Habib Alwi berwasiat supaya dimakamkan di sebelah selatan Masjid Riyadh Solo.sedang waktu itu tidak ada penerbangan komersil dari Palembang ke Solo. Karena itulah, pihak keluarga menghubungi AURI untuk memberikan fasilitas penerbangan pesawat buat membawa jenazah Habib Alwi ke Solo. Ternyata banyak murid Habib Alwi yang bertugas di Angkatan Udara, sehingga beliau mendapatkan fasilitas angkutan udara. Karena itu jenazah disholatkan di tiga tempat : Palembang, Jakarta dan Solo.
Ada peristiwa unik yang mungkin baru pertama kali di Indonesia, bahkan di Dunia. Para kerabat dan Kru pesawat terbang AURI membacakan Tahlil di udara.


Masalah lain timbul lagi. Pada tahun itu, sulit mendapatkan izin memakamkan seseorang di lahan pribadi, seperti halaman Masjid Riyadh. Namun berkat kegigihan Yuslam Badres, yang kala itu menjadi anggota DPRD kota Solo, izin pun bisa didapat, khusus dari gubernur Jawa tengah, sehingga jenazah Habib Alwi dikubur di selatan Masjid Riyadh.

Baca Juga: Masjid Riyadh yang Didirikan Habib Ali Solo juga Terkenal di Seiwun, Yaman.

Makamnya sekarang banyak di ziarahi para Habib dan Muhibbin yang datang dari berbagai kota. Beliau dikenang serbagai ulama yang penuh teladan, tangannya tidak lepas dari tasbih, juga dikenal sangat menghormati tamu yang datang kepadanya. Habib Alwi pin tidak pernah disusahkan oleh harta benda. Meski tidak kaya, ketika mengadakan acara haul atau Maulidan, ada saja uang yang didapatnya. Allah swt telah mencukupi rezekinya dari tempat yang tidak terduga.

Editor : Dwi Siswanto
#semarang #Habib Ali Solo #Habib Alwi bin Ali Al Habsy #surakarta #Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi