Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Antara Jin dan Khodam. Berikut Penjelasan dari Salman Akif, Alumnus PP PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan PP Nurul Jadid Paiton Probolingg

Dwi Siswanto • Senin, 24 Juni 2024 | 19:45 WIB
Cek Khodam
Cek Khodam

 HALO JEMBER – Kata-kata Cek Khodam saat ini tengah banyak diperbincangkan. Cek Khodam ini pun viral di TikTok.

Salman Akif Faylasuf, Alumnus PP PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo juga angka bicara dan menuliskan opininya.

Kata jin diartikan sebagai makhluk halus (yang dianggap berakal). Dari segi bahasa al-Qur’an, kata jin terambil dari akar kata yang terdiri dari tiga huruf, jim, nun dan nun. Menurut pakar, semua kata yang terdiri dari rangkaian ketiga huruf ini mengandung makna ketersembunyian atau ketertutupan. Allah Swt. berfirman:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًا ۚ قَالَ هٰذَا رَبِّيْ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَ قَالَ لَاۤ اُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ

Artinya: “Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” (QS. Al-An’am [6]: 76).

Dengan demikian, maka berarti jin adalah makhluk gaib yang diciptakan dari api tanpa asap, berakal, tersembunyi dapat berbentuk dengan berbagai bentuk dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan berat. Karena tercipta dari api yang sangat panas, maka di diciptakan dalam berbagai macam jenis.

Ada jin yang taat dan ada pula yang durhaka, membangkang terhadap perintah-Nya, dan mengajak kepada kedurhakaan. Sementara jin Muslim adalah makhluk ghaib yang taat, mendengar ayat-ayat Allah dengan tekun dan tunduk, dan memahami kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya, serta mengecam para kaum yang membangkang.

Tak hanya itu, jin muslim yang taat dengan tegas dan membantah apa yang disampaikan oleh jin non muslim. Allah Swt. berfirman:

وَّاَنَّهٗ تَعٰلٰى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَّلَا وَلَدًا. وَّاَنَّهٗ كَانَ يَقُوْلُ سَفِيْهُنَا عَلَى اللّٰهِ شَطَطًا 

Artinya: “Dan sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak. Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.” (QS. Al-Jinn [72]: 3-4).

Sementara khodam adalah ia termasuk kategori jin ifrit. Golongan bangsa jin yang mempunyai kekuatan dan kecerdikan. Jin inilah yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Namun, ada juga ifrit yang muslim dan baik, tentunya bisa menjadi khodam pada manusia-manusia yang muslim dan yang baik pula. Dan ifrit yang berperilaku jahat dan kafir biasanya dimanfaatkan (dijadikan khodam) oleh para tukang sihir dan dukun.

Berbeda halnya dengan jin qarin atau qorin. Baca Juga: Sebelum Tahu Tentang Cek Khodam. Coba Tonton Film Horor Qorin Ia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan kembar atau serupa dengan manusia, serta sebagai pendamping selama hidupnya. Namun demikian, tidak semuanya Jin qarin mengajak kepada kebaikan, tetapi ada juga yang menyesatkan, dan itu semua tergantung manusianya yang terpengaruh terhadap bisikan-bisikan jin tersebut.

Memang benar. Jin mempunyai kudrat yang tidak dimiliki manusia. Oleh karena itu, terkadang mereka mampu melakukan apa yang tidak kita mampu berdasarkan kudrat yang Allah karuniakan buat mereka. Sama seperti kita mampu mencari sesuatu berdasarkan kemampuan yang kita miliki dari teknologi dan lainnya. Begitu juga mereka, namun demikian perkara ini banyak disalah tafsirkan manusia sehingga menyangka makhluk yang bernama jin ini mengetahui serba-serbi hal ghaib. Padahal tidak.

Baca Juga: Ratusan Ribu Jemaah Banjiri Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik

Pendapat lainnya

Dalam Surat Al-Jin ayat 6 dinyatakan:

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا 

Artinya: “Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jin [72]: 6).

Kata Ustadz Adi Hidayat, jika orang berinteraksi dan meminta bantuan dengan jin dalam kehidupannya, maka jin tidak akan memberikan solusi, bahkan masalah yang akan datang. Karena itu, ketika Allah menyampaikan ayat ini ketika menyebut kata al-ins (manusia) maka selalu dipasangkan dengan al-jin (jin), dan secara bahasa maknanya bertentangan.

Kalimat al-jin dan al-ins disebutkan dalam al-Qur’an setidaknya 18 kali dan selalu berpasangan. Maka ketika disebutkan kata al-jin maka kata ins juga disebutkan. kata al-jin dijamakkan menjadi jinnah, dan al-ins menjadi al-nas disebutkan 241 dalam al-Qur’an.

Lalu kenapa Allah selalu menggandengkan kalimat ini dalam al-Qur’an? Salah satunya ingin menjelaskan bahwa antara alam jin dan manusia berbeda. Demikian juga dengan sifatnya. Oleh karena alam jin berbeda dengan manusia maka tidak mungkin dapat memberikan solusi, justru masalah bertambah.

Kata Ustadz Adi Hidayat, jika kemudian hari jin menampakkan diri kepada manusia, maka kemungkinan jinnya sedang bermasalah sebab keluar dari fitrahnya, karena fitrahnya jin selalu tersembunyi. Dan yang lebih masalah jika ada manusia yang selalu mencari penampakan jin.

Selain jin juga tidak kelihatan mata, ternyata ia memiliki sifat kasar (tidak lembut). Kenapa demikian? Karena ketika jin masuk ke dalam tubuh manusia (kerasukan), maka perilakunya tidak akan pernah lembut (arogan). Ia akan selalu membuat kegaduhan dan kekacauan.

Terlepas dari itu semua, menghamba kepada khodam (jin dan malaikat) maka sama sekali tidak bisa dibenarkan, dan ini menyalahi syariat. Sebab mereka juga adalah makhluk Tuhan yang memiliki kewajiban mengabdi dan menyembah kepada Allah Swt.

Bahwa seorang hamba dihadapan Tuhannya sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Ia sebagai makhluk lemah, harus bersikap patuh terhadap apa yang diperintahkannya. Tidak boleh membangkang.

Editor : Dwi Siswanto
#khodam #jin #Qorin #Cek Khodam #jin muslim