HALOJEMBER.COM - Film ipar adalah maut menjadi magnet tersendiri bagi para penikmat film layar lebar. Film drama Indonesia yang disutradari oleh Hanung Bramantyo ini ditayangkan perdana pada 13 juni 2024 lalu.
Film ipar adalah maut diangkat berdasarkan kisah nyata yang dikemas menjadi sebuah cerita karya Elizasifaa. Cerita sebuah keretakan rumah tangga akibat perselingkuhan ini membuat penasaran banyak kalangan.
Terlebih, yang menjadi selingkuhan adalah adik ipar atau adik kandung istrinya sendiri. Film ipar adalah maut mampu menembus lima besar box office Indonesia pada periode pertengahan tahun 2024.
Ipar adalah maut berada diposisi ketiga, meraih penonton sebanyak 4.305.206 dengan pendapatan sebesar Rp 172.208.240.000 (berdasar data box office history dari Cinepoint pada awal juli 2024).
Terlepas dari itu semua, ada hal menarik yang bisa diambil pelajaran dalam kehidupan rumah tangga, khususnya di Indonesia.
Dosen Universitas PTIQ Jakarta sekaligus Penulis Keislaman NU Online, Ustadz Amien Nurhakim dalam tulisannya menyebutkan bahwa berselingkuh maupun menuduh pasangan berselingkuh tanpa bukti yang kuat adalah tindakan yang sangat berbahaya dan merusak.
Perselingkuhan akan menghancurkan kepercayaan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Sementara tuduhan palsu tentang perselingkuhan dapat menyebabkan rasa malu, depresi, dan tekanan batin bagi yang dituduh.
Menurut ustadz Amien Nurhakim, tuduhan perselingkuhan dalam konteks hukum positif sesuai pasal 184 ayat 1 kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP) harus memenuhi alat bukti yang sah, yaitu: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa.
Ustadz Amien Nurhakim juga menjelaskan dalam hukum Islam, terjadinya qadzaf (tuduhan perzinaan) harus dibuktikan dengan 3 hal, yaitu: Adanya empat saksi dari kalangan muslim, pengakuan langsung dari pelaku dan penolakan dengan sumpah dari terdakwa.
Apabila tuduhan zina itu tidak terbukti, maka menjadi dosa besar bagi para penuduhnya. Dalam Al Qur'an Surat An-Nur ayat 23 disebutkan, “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka mendapat laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar".
Ayat ini juga diperjelas dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, "Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar yang menghancurkan (kalian)”. Para sahabat bertanya, 'Apa itu wahai Rasulullah?' Beliau bersabda, 'Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina terhadap perempuan beriman yang tidak tahu menahu serta senantiasa menjaga kehormatannya.”
Mengambil pelajaran dari berbagai kejadian perselingkuhan, baik yang viral maupun tidak, Ustadz Amien Nurhakim menyebutkan bahwa sangat penting menjaga komunikasi bagi suami dan istri.
Selain itu, dengan terus menjaga keharmonisan dan kepercayaan dalam rumah tangga, pasangan suami istri dapat menghindari konflik yang tidak perlu serta dapat membangun hubungan yang lebih kuat diantara keduanya. ()
Editor : Halo Jember