HALOJEMBER.COM - Kayu Bajakah, tumbuhan khas Kalimantan yang cukup populer bagi masyarakat suku Dayak dalam mengatasi berbagai penyakit. Bagian yang kerap dimanfaatkan utamanya pada bagian akar dan batangnya.
Memiliki nama lengkap bajakah tampala. Tumbuhan ini merupakan pohon tunggal dengan batang berwarna coklat, berkembang dengan cara merambat di pohon kayu, serta dapat tumbuh dengan ketinggian 50 meter.
Ukuran batangnya besar, kuat, dan kokoh. Terdapat pori-pori pada batang dan akarnya. Ketika dipotong, kayu bajakah akan mengeluarkan getah dan air bening. Cairan tersebut dapat digunakan untuk pengobatan.
BACA JUGA: Ramuan Penghangat Tubuh yang Tembus Pasar Luar Negeri
Manfaat kayu bajakah sempat ramai dibicarakan masyarakat Kalimantan yang mengklaim dapat mengatasi penyakit kanker.
Klaim ini beredar luas berkat siswa-siswi SMA 2 Palangkaraya Kalimantan Tengah meraih medali emas pada ajang World Invention Olympic di Seoul, Korea Selatan tahun 2019 lalu.
Namun, perlu digaris bawahi jika klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah serta membutuhkan penelitian lebuh lanjut.
BACA JUGA: Kenali Manfaat Daun Insulin bagi Penderita Diabetes
Tanaman yang memiliki nama ilmiah spatholobus littoralis hassk mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin. Serta terdapat penelitian yang mengatakan bahwa kayu bajakah juga mengandung alkaloid dan terpenoid.
Kandungan yang ada dalam kayu bajakah, memiliki berbagai manfaat, seperti:
- Sebagai Antibakteri
Produk hand sanitizer yang terbuat dari akar kayu bajakah merupakan bukti bahwa tumbuhan ini berfungsi sebagai antibakteri. Substansi yang dihasilkan oleh suatu organisme dan mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain.
- Meningkatkan Imun Tubuh
Terdapat beragam zat aktif dalam kayu bajakah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, utamanya saponin. Kandungan ini mampu berperan sebagai imunodulator dengan meningkatkan produksi antibodi.
BACA JUGA: Bahaya! Konsumsi Daun Insulin Bisa Sebabkan Masalah Ginjal
- Mengatasi Kanker
Kandungan fitokimia dan antioksidan pada kayu bajakah dinilai dapat melawan sel tumor dan kanker. Penelitian Maulina et al. terkait skrining fitokimia dan bioaktivitas ekstrak akar bajakah menunjukkan bioaktivitas sebagai antikanker dengan fluida LC50 sebesar 1,76 ppm dan 2,66 ppm. Hal ini diuji melalui Brain Shrimp Lethality Test (BSLT) yang seringkali digunakan pada tahap awal.
Tes yang dilakukan cukup sederhana namun akurasinya dianggap cukup tinggi. Dengan demikian, akar kayu bajakah dianggap berpotensi sebagai antikanker.
Di sisi lain, pada 2019 pemerhati kesehatan Prof Akmal Taher dalam konferensi pers terkait penemuan akar bajakah mengatakan, masih terlalu dini untuk mengklaim bajakah sebagai obat antikanker. Perlu dibuktikan pada manusia. Baru bisa dipastikan mampu mengatasi kanker setelah melalui metodologi penelitian yakni uji praklinik dua tahap.
- Menangkal Radikal Bebas
Senyawa fenolik, tanin, steroid, alkaloid, dan terpenoid memiliki aktivitas antioksidan yang berperan dalam menangkal efek radikal bebas. Tak hanya itu, antioksidan membantu juga menyembuhkan penyakit degeneratif, kerusakan hati, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker.
- Menyembuhkan Luka
Darah pada luka dapat dihentikan dengan cepat berkat kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang ada pada kayu bajakah. Senyawa-senyawa tersebut merangsang pembentukan pembuluh darah baru.
Dikutip dari laman Sehat Negeriku oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait khasiat kayu bajakah. Sebab, belum diuji pada manusia dan hanya diuji pada hewan saja.
Penelitian oleh Global Medical and Health Communication menyebutkan, kayu bajakah memiliki efek samping gejala keracunan seperti mual dan muntah. Namun, itu semua tergantung pada kondisi orang yang mengonsumsi
Efek samping dari kayu bajakah juga memerlukan penelitian lebih mendalam. Sebab, kayu bajakah terlalu dini jika diklaim untuk mengobati penyakit serius seperti kanker. Dengan demikian, dinilai terlalu berisiko.
Diperlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi kayu bajakah ataupun obat herbal lainnya.
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember