Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sempat Viral Perkara Susu UHT di Minimarket, Haruskah Disimpan di Kulkas? Ini Jenis Susu dan Penjelasannya

Alvioniza • Minggu, 28 Juli 2024 | 15:00 WIB
Foto: iStock
Foto: iStock

HALOJEMBER.COM - Beberpa waktu lalu media sosial sempat dibikin heboh oleh sebuah video yang merekam momen seorang ibu marah-marah kepada pegawai minimarket.

Insiden ini terjadi di salah satu minimarket di Jakarta dan menarik perhatian publik karena reaksi emosional sang ibu yang tampaknya tidak terima dengan pelayanan yang diterimanya.

Dalam video yang berdurasi sekitar dua menit tersebut, terlihat seorang ibu yang mengeluh kepada pegawai minimarket karena susu yang dibelinya tidak dalam keadaan dingin. Ibu tersebut menyatakan bahwa susu seharusnya disimpan dalam suhu yang tepat agar tetap segar dan aman untuk dikonsumsi.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan warganet tentang, apakah susu UHT harus disimpan di pendingin dan tetap dalam keadaan dingin? Berikut penejlasannya.

Proses Pengelolaan dan Kandungan Nutrisi

  1. Susu UHT (Ultra-High Temperature)

Susu UHT sebelumnya dipanaskan pada suhu tinggi atau sekitar 135- 150°C, selama 2-5 detik yang bertujuan untuk membunuh semua bakteri yang ada dalam susu agar aman untuk dikonsumsi tanpa perlu meisn pendingin sebelum dibuka dan dikonsumsi.

Jenis susu UHT juga memiliki umur simpan yang panjang, hingga enam bulan jika belum dibuka dan tanpa pendingin. Namun, karena dipanaskan di suhu yang sangat tinggi beberapa kandungan nutrisi seperti vitamin B dan C berkurang, tapi sebagian besar mineral tetap ada dan terjaga.

  1. Fresh Milk

Fresh milk atau susu segar hanya melalui proses minimal, biasanya hanya melalui penyaringan dan pendinginan. Susu jenis ini juga memilikikandungan nutrisi paling utuh dibandingkan susu UHT dan pasteurisasi.

Karena prosesnya paling simple, fresh milk harus disimpan di lemari es atau mesin pendingin karena memiliki umur simpan yang pendek, biasanya hanya beberapa hari. Kesegaran dan kandungan nutrisinya yang utuh menjadikan fresh milk jadi pilihan utama bagi orang yang mencari rasa dan manfaat alami dari susu.

  1. Susu Pasteurisasi

Susu pasteurisasi dipanaskan di suhu sedang pada suhu 72°C, selama 15 detik untuk membunuh bakteri pathogen tanpa mengubah rasa dan kandungan nutrisinya. Susu ini harus disimpan di lemari es, dan punya umur lebih panjang dari susu segar tapi lebih pendek dari susu UHT.

Rasa, Tekstur, dan Keamanan Konsumsi

Pengolahan bisa sangat mempengaruhi rasa dan tekstur pada susu. Fresh milk punya rasa yang lebih creamy dan segar karena tidak mengalami pemanasan tinggi. Susu pasteurisasi punya rasa yang hampir mirip dengan fresh milk, tapi sedikit lebih ringan.

Sedangkan, susu UHT cenderung punya rasa yang sedikit berbeda, lebih matang atau cooked, karena pemasaan ekstrem. Teksturnya juga bisa jadi sedikit berubah dan berbeda, susu UHT sering kali terasa lebih encer disbanding susu lainnya.

Dari segi keamanan, susu UHT punya Tingkat keamanan paling aman untuk disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka, dan membuatnya jadi susu paling ideal untuk kondisi tanpa pendingin, seperti saat traveling.

Sementara itu, fresh milk atau susu segar dan susu pasteurisasi memerlukan pendinginan secara terus-menerus untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Susu UHT dan patsteurisasi juga lebih disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan lansia karena keamanannya yang lebih terjamin.

Jadi Pentingkah Mauk Pendingin?

Karena fresh milk tidak melalui proses pemanasan tinggi, jadi harus masuk mesin pendingin. Sedangkan susu pasteurisasi meskipun melalui proses pasteurisasi tetap memerlukan pendinginan agar terhindar dari pertumbuhan bakteri.

Jika tidak masuk pendingin atau lemari es bisa mengalami perubahan rasa dan bisa cepat basi, terutama fresh milk. Selain itu, bakteri bisa berkembang lebih cepat sehingga meningkatkan resiko pencemaran dan infeksi apabila dikonsumsi.

Jadi, pemilihan antara susu UHT, fresh milk, dan susu pasteurisasi tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing masing. Jika ingin yang lebih praktis dan keamanan umur simpan yang panjang, susu UHT bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi, fesh milk juga memberikan rasa dan nutrisi yang baik karena tidak ada perubahan pada nutrisi selama proses pengolaan. Susu pateurisasi juga menawarkan keseimbangan antara rasa segar dan umur simpan yang lebih panjang.

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#susu UHT #fresh milk #susu pasteurisasi