Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Keseruan ke Museum Huruf Jember, Siswa SD Unggulan Nurul Huda, Kecamatan Kalisat senang mengetahui sejarah aksara

Halo Jember • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 01:53 WIB
Pelajar di Jember mengunjungi Museum Huruf
Pelajar di Jember mengunjungi Museum Huruf

HALO JEMBER, Radar Jember - Di tengah derasnya arus modernisasi, budaya lokal sering kali terabaikan oleh generasi muda yang lebih terpapar budaya luar. Meski pendidikan budaya bisa dipelajari lebih dalam di perguruan tinggi, pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya harus dimulai sejak dini.

Pengajar memiliki peran penting dalam memastikan siswa memahami dan menghargai budaya mereka sendiri. Seperti yang dilakukan oleh SD Unggulan Nurul Huda dalam kunjungannya ke Museum Huruf Jember, Rabu (23/10) kemarin.

Sejak kedatangan mereka di Museum Huruf, siswa kelas 6 SD itu tampak antusias. Rasa ingin tahu mereka terpancar saat melihat berbagai koleksi di dalam museum. Di salah ruang pameran, mereka mengamati dengan penuh rasa penasaran deretan replika aksara dari berbagai peradaban.

Mulai dari aksara hieroglif Mesir kuno, aksara Palawa dari India, hingga aksara Latin yang digunakan dalam tulisan sehari-hari. Beberapa siswa saling bertanya-tanya tentang asal-usul dan fungsi dari simbol- simbol kuno tersebut. Sementara, yang lain serius mendengarkan penjelasan dari Bayu Alamsyah, salah satu volunteer di museum.

Dengan semangat, Bayu menceritakan asal-usul setiap aksara yang dipamerkan. Menjelaskan bagaimana huruf-huruf tersebut berkembang seiring dengan perjalanan sejarah manusia.

Suasana semakin hidup ketika siswa diajak membandingkan bentuk huruf-huruf kuno dengan huruf yang mereka kenal sekarang. Mereka tak hanya terpaku pada penjelasan, tetapi juga berpartisipasi aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan.

“Mereka harus mengerti aksara merupakan bagian penting dari kebudayaan. Untungnya, rasa ingin tahu mereka terhadap sejarah aksara sangat besar. Bahkan pertanyaan yang mereka lontarkan di luar ekspektasi saya,” ucap Bayu.

Sementara itu, wali kelas 6 SD Unggulan Nurul Huda, Nurwatil Hidayah, menyampaikan, kunjungan itu tidak hanya menjadi sarana mengenalkan sejarah aksara, tetapi juga bagian dari program literasi.

Siswa diberikan tugas untuk melakukan wawancara dan menulis artikel perjalanan tentang pengalaman mereka di museum. Artikel tersebut nantinya akan didigitalisasi untuk dijadikan antologi.

“Proses ini tidak hanya melatih keterampilan menulis. Tetapi, juga memperkenalkan cara mengaitkan teknologi dengan pelestarian budaya,” jelasnya.

Selain mengenalkan budaya dan sejarah aksara, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme siswa. Nurul berharap siswa lebih menghargai warisan budaya leluhur sendiri, serta membangun rasa bangga terhadap identitas nasional.

"Kami ingin siswa tidak hanya belajar tentang budaya di buku. Tetapi, juga mengalami langsung dan memahami makna sejarahnya," sebut Nurulwatil.

YULIO FA/RADAR JEMBER
YULIO FA/RADAR JEMBER

Dengan pengalaman yang melibatkan sejarah dan teknologi, siswa belajar bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu. Tetapi, juga bagian dari kehidupan mereka sekarang dan masa depan.

Kecintaan terhadap budaya yang ditanamkan sejak dini diharapkan akan tumbuh dan menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya mereka. (yul/c2/nur)

Baca Juga: Habib Abu Bakar Gresik Beri Sorban Hijau ke Habib Sholeh Tanggul. Pertanda Apa Itu?

Editor : Halo Jember
#jember #aksara #Museum Huruf #Simbol kuno #kalisat