HALOJEMBER - Banyak media-media baru di Jember, namun SMA Ahlul Irfan Bangsalsari tetap memilih Jawa Pos Radar Jember sebagai media rujukan dan tempat belajar.
Kemarin (15/1), sebanyak 19 siswanya diboyong ke kantor Jawa Pos Radar Jember demi mengikuti program literasi sekolah.
Waka Kurikulum sekaligus Koordinator Literasi SMA Ahlul Irfan Bangsalsari, Hilmi Fathiyatul Baroroh, mengatakan, perkembangan literasi membuat anak didiknya perlu dikenalkan pada dunia jurnalistik.
Jawa Pos Radar Jember dipandang sebagai media mainstream dengan kerja jurnalistik mumpuni, dengan informasi aktualnya. Selain koran sebagai produk utama, juga ada karya jurnalistik digital.
“Menurut kami ya bagus, aktual juga. Kalau di media elektronik gitu gambarnya menarik, terus informasinya juga jelas. Tidak ikut-ikutan,” ungkapnya mengutarakan alasannya memilih Jawa Pos Radar Jember.
Lingkungan pesantren yang cenderung tidak mengikuti isu-isu di luar, kata dia, lantas menjadi perhatian tersendiri.
Santri-santri dianggap perlu mendapatkan program literasi luar kelas dengan nuansa baru.
Terbukanya wawasan dengan output karya tulis adalah hal yang diharapkan bisa terlaksana pascakunjungan tersebut.
Antusiasme para siswa begitu terlihat di tengah pemaparan Manajer Pemasaran dan wartawan Jawa Pos Radar Jember.
Guru fisika itu berharap, anak-anak didiknya yang beberapa bulan lagi akan mentas dari SMA bisa memiliki bekal pengetahuan tambahan.
Setidaknya mengetahui sepintas bagaimana karya jurnalistik dikerjakan. Berharap santrinya menjadi generasi Z yang lebih melek dan tak asal menerima informasi.
“Harapannya anak-anak memiliki wawasan yang luas dan mulai berani menulis. Tidak malu bertanya,” katanya.
Hilmi mengungkapkan, Jawa Pos Radar Jember adalah perusahaan media yang terbuka. Termasuk dalam membagikan ilmu dan informasi.
Karena itu, ia tak ingin menjadikan kunjungan tersebut sebagai kali pertama dan terakhir.
“Terima kasih banyak karena sudah diterima untuk kunjungan di Radar Jember,” pungkasnya. (sil/c2/dwi)
Editor : Halo Jember