HALOJEMBER - Hampir berjalan tiga bulan pasca-ambruknya ruang kelas 3 SDN Plalangan 03, di Dusuan Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah tenda.
Dua tenda bantuan dari BPBD Jember tersebut ditempati siswa empat kelas. Sementara, dua kelas lain memakai ruang perpustakaan dan ruang lainnya.
Siswa empat kelas yang mengikuti pembelajaran di bawah tenda mengaku kepanasan. Sehingga, siswa yang menempati tenda BPBD itu dipulangkan lebih awal. Lantaran siswa sudah tidak betah.
“Per bulan Desember tahun lalu, empat ruang kelas yang menempati tenda itu mulai ada kipasnya. Sehingga anak-anak mulai terlihat agak betah walau setiap kelas itu ada satu kipas. Empat kipas itu bantuan dari Nanang, kasi kurikulum di Dispendik Jember,” ucap Rahmat Hidayatullah, Plt Kepala SDN Plalangan 03.
Rahmat menjelaskan, siswa yang menempati tenda yakni kelas 3 sampai 6. “Sebelum ada kipas di dalam tenda, pukul 09.00 siswa sudah mulai tidak betah, karena memang panas,” kata Rahmat.
Sebelum tenda ada bantuan kipasnya, siswa dipulangkan pukul 10.00, dan itu sesuai arahan Bupati Jember.
“Setelah ada bantuan kipas, siswa kelas 3, 4, dan 5 pulangnya pukul 11.00, dan kelas 6 pulangnya pukul 12 karena untuk menghadapi ujian kenaikan kelas,” terangnya.
Ayu Arga Dinata, guru kelas 4 SDN Plalangan 03, mengatakan, sejak ada bantuan kipas, siswa mulai betah.
Baca Juga: SDN Tisnogambar 03 Gelar Peringatan Isra Mikraj 1446 H/ 2025, Tanamkan Nilai Keimanan dan Ketakwaan
“Apalagi dalam satu tenda ditempati dua kelas, sehingga siswa tidak betah. Alhamdulillah, setiap kelas sudah ada kipasnya, sehingga pulangnya bukan pukul 09.00, tetapi hingga pukul 11.00,” terangnya. (jum/c2/dwi)
Editor : Halo Jember