Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Pondok Ramadan.
Kegiatan Pondok Ramadan di sekolah tidak hanya difokuskan pada praktik ibadah. Namun, juga pada pendidikan karakter dan kepedulian sosial. Di dalamnya, siswa dilatih untuk menjalankan berbagai amalan ibadah.
Mulai dari salat berjamaah, membaca Alquran, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Semua ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya kebersamaan, saling membantu, serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Tulus Wijayanto mengatakan, pelaksanaan Pondok Ramadan di sekolah bersifat fleksibel. Mengacu pada pedoman pembelajaran yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur dan Dispendik Jember, maka Pondok Ramadan bisa dilaksanakan selama tiga hari.
Dengan satu hari menginap atau bisa lebih singkat. Bergantung situasi dan kondisi sekolah masing-masing.
"Pondok Ramadan bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang ibadah dan amalan keagamaan yang baik," katanya.
Selain kegiatan ibadah, Pondok Ramadan juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendalami ilmu keagamaan. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa. Namun, juga mempererat tali silaturahmi antara siswa dan guru.
Pendidikan yang mengintegrasikan ibadah dan kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang lebih holistik. Dengan adanya Pondok Ramadan, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
“Melalui kegiatan ini, para siswa bisa menjadi pribadi yang lebih baik, bertakwa, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (dhi/c2/dwi) Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Hingga Keluarga Yang Wajib Kamu Ketahui
Editor : Dwi Siswanto