Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dapat Cuan Ratusan Ribu Rupiah dari Scan Retina: Apakah Worldcoin Solusi Masa Depan atau Ancaman Privasi?

Halo Jember • Kamis, 15 Mei 2025 | 03:11 WIB

Sumber Gambar: trenasia.com (ilustrasi gambar pemindahan retina)
Sumber Gambar: trenasia.com (ilustrasi gambar pemindahan retina)

HALO JEMBER - Fenomena tak biasa terjadi di Bekasi, ratusan warga rela antre untuk memindai retina mata mereka demi imbalan uang tunai hingga Rp800 ribu. 

Aktivitas ini merupakan bagian dari proyek Worldcoin, sebuah inisiatif mata uang kripto global yang digagas oleh Sam Altman, CEO OpenAI.

Prosesnya sederhana tapi kontroversial. Warga cukup mendatangi alat berbentuk bola bernama Orb, memindai retina mereka, lalu mendapatkan token Worldcoin (WLD) yang bisa diuangkan. 

Dengan teknologi ini, Worldcoin bertujuan menciptakan identitas digital global bernama World ID, guna memastikan bahwa pemiliknya adalah manusia, bukan robot atau akun palsu.

Namun, dibalik iming-iming cuan instan, muncul kekhawatiran serius soal privasi. Retina mata termasuk data biometrik yang sangat sensitif dan bersifat permanen. 

Jika bocor, tak seperti kata sandi biasa, data ini tak bisa diganti. Hal ini menimbulkan resiko besar seperti pencurian identitas, penipuan digital, hingga potensi diperjualbelikannya informasi di pasar gelap.

Isu keamanan makin menguat setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia membekukan sementara izin operasi Worldcoin dan World ID. 

Dua perusahaan lokal yang menaungi layanan ini, PT. Terang Bulan Abadi dan PT. Sandina Abadi Nusantara, dipanggil untuk klarifikasi atas dugaan pelanggaran terhadap penyelenggaraan sistem elektronik.

Bukan hanya Indonesia yang bertindak. Sebelumnya, Spanyol dan Portugal telah lebih dulu melarang Worldcoin. 

Di kedua negara itu, muncul laporan terkait pengumpulan data dari anak di bawah umur, informasi persetujuan yang tak memadai, serta sulitnya pengguna menarik kembali persetujuan mereka.

Meski pihak Worldcoin menyatakan bahwa data biometrik yang dikumpulkan telah disinonimkan dan dienkripsi, keraguan publik tetap menguat. 

Di media sosial, warganet menyuarakan kekhawatiran akan masa depan yang dikendalikan oleh verifikasi retina, dimana data yang telah diserahkan tidak bisa lagi ditarik kembali.

Baca Juga: INI Daftar Instansi yang Kurang Pelamar di Rekuitmen CPNS 2024, Persaingan Terketat CPNS Ada di Pemerintah Daerah

Fenomena ini menyoroti pertanyaan besar yang layak direnungkan bersama, apakah kemudahan akses ekonomi digital sepadan dengan risiko privasi jangka panjang?


 Penulis adalah MG25Carolina Yuniati

 

Editor : Dwi Siswanto
#Scan Retina #worldcoin