Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kabar Baik! Siswa yang Aktif di OSIS dan Tahfiz Bisa Dapat Golden Ticket SPMB SMAN/SMKN di Jember

Sidkin • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:00 WIB
SEMANGAT : Siswa SMAN Rambipuji saat mengisi kekosongan di sela-sela berlangsungnya pelajaran di kelas. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
SEMANGAT : Siswa SMAN Rambipuji saat mengisi kekosongan di sela-sela berlangsungnya pelajaran di kelas. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

SUMBERSARI, Radar Jember — Siswa yang memiliki pengalaman sebagai ketua OSIS akan mendapatkan poin tambahan dalam penilaian seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di tingkat SMAN/SMKN nanti. Hal ini juga berlaku bagi siswa tahfiz.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur wilayah Jember, Sugeng Trianto menyampaikan, tahun ini siswa dengan latar belakang organisasi dan tahfiz akan mendapat perhatian khusus.

Sebab jika aktif di salah satu atau kedua kategori itu akan mendapat tambahan poin.

“Nanti tinggal melampirkan sertifikat ketua OSIS saat mendaftar,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Tak hanya pengalaman organisasi, Sugeng juga menambahkan bahwa siswa tahfiz atau penghafal Alquran juga akan mendapatkan nilai plus.

Namun, ia menekankan bahwa poin tambahan tersebut tidak serta-merta menjamin kelulusan peserta didik dalam SPMB.

“Ketua OSIS dan tahfiz bukan penentu utama, hanya menjadi salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan akumulasi nilai akhir,” jelasnya.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap siswa-siswa yang memiliki keunggulan di luar aspek akademis murni.

Dinas Pendidikan Jawa Timur ingin mendorong pengembangan karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas yang kuat sejak pendidikan dasar.

“Kami ingin mencetak generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan berintegritas,” kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, untuk ketua OSIS, sertifikat resmi dari sekolah asal akan menjadi bukti administratif yang wajib dilampirkan.

Sedangkan bagi tahfiz, akan ada proses verifikasi, baik melalui tes maupun pembuktian hafalan secara langsung.

Hal itu juga tergantung kebijakan panitia SPMB di masing-masing sekolah tujuan.

Sugeng berharap, kebijakan ini dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam berbagai bidang.

“Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai, tapi juga tempat menempa kepemimpinan dan karakter. Ini bentuk pengakuan terhadap upaya siswa-siswa hebat yang punya semangat lebih,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Sidkin
#ketua osis #SPMB 2025 #dinas pendidikan #Cabdin Jawa Timur #spmb #penghafal alquran #tahfiz