HALO JEMBER – Sebanyak 595 siswa kelas XII SMKN 1 Jember resmi diberangkatkan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), Senin 30 Juni 2924.
Ratusan siswa itu PKL ke 182 perusahaan dan dunia usaha, yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Jember, Malang, Surabaya, Banyuwangi, hingga Bali.
Pelepasan peserta PKL ini dilaksanakan dalam dua kloter, yakni kloter pertama yang diberangkatkan pada 1 Juli hingga 31 Desember 2025, dengan jumlah siswa 413 orang, dan kloter kedua pada 18 Agustus hingga 18 Februari 2026.
Ketua Pokja PKL SMKN 1 Jember, Riyadi Ariyanto, yang juga menjabat sebagai Humas sekolah, mengungkapkan bahwa PKL adalah bagian dari kurikulum pendidikan yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam dunia kerja.
Baca Juga: Siswi SMKN 1 Jember Lepaskan Kreativitas lewat Naskah Film
"PKL merupakan pembelajaran yang dilakukan di dunia kerja dalam waktu tertentu, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia industri," jelasnya.
PKL ini, kata dia, bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja yang nyata kepada siswa, meningkatkan keterkaitan antara sekolah dan dunia kerja (link and match), serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional.
Selain itu, PKL diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kompetensi siswa sesuai dengan bidang keahlian yang mereka pelajari di sekolah.
Peserta PKL, jelas Riyadi, memiliki sejumlah hak yang mencakup penempatan di perusahaan sesuai dengan kompetensi dan ketersediaan, pendampingan dari guru pembimbing dan instruktur, serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja melalui BPJS.
Sementara itu, kewajiban peserta PKL antara lain adalah mematuhi aturan yang berlaku di sekolah dan tempat kerja, menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, serta berperilaku sopan, bertanggung jawab, dan kreatif selama menjalani PKL.
Baca Juga: Feti Aulia, Jawara Marketing Online LKS Jember. Dari SMKN 1 Jember, Lho
Riyadi juga menegaskan pentingnya jaminan keselamatan peserta PKL, baik saat berangkat, bekerja, maupun pulang.
"Peserta PKL dijamin keselamatannya, mulai dari perjalanan dari rumah ke tempat kerja hingga pulang, termasuk jaminan kecelakaan kerja," ungkapnya.
Selain itu, jika terjadi kecelakaan kerja, maka peserta dapat mendapatkan pengobatan secara gratis.
"Dapat asuransi kecelakaan kerja dan kematian," paparnya.
Riyadi menuturkan, selama pelaksanaan PKL, siswa akan dikunjungi oleh guru pendamping setiap 40 hari sekali untuk melakukan monitoring dan evaluasi.
"Ada lima kali kunjungan, yaitu saat mengantar, monitoring pertama, monitoring kedua, monitoring lagi, dan saat pemamitan setelah PKL selesai," ujar Riyadi.
Baca Juga: Ujian Nasional Ganti Jadi Tes Kemampuan Akademik, Begini Pendapat Dosen Unej
Kepala SMKN 1 Jember, Sri Hartatik, menambahkan bahwa setelah menyelesaikan PKL, siswa akan mengikuti ujian TKA (Tes Kemampuan Akhir) yang setara dengan ujian nasional dan
akan dilaksanakan pada bulan Mei 2026.
"TKA tidak wajib, tetapi sangat disarankan untuk diikuti, karena ini akan membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti perguruan tinggi," jelas Sri Hartatik.
Selain itu, pada Februari hingga Maret 2026, siswa juga akan mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai bagian dari evaluasi akhir keahlian mereka.
Baca Juga: UN Diganti TKA, Tapi Juknis TKA Belum Keluar
"PKL ini adalah pelatihan sesungguhnya, di dunia industri dan usaha sesuai dengan kompetensi yang diajarkan di sekolah. Setelah lulus, siswa diharapkan siap bersaing di dunia kerja," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Hartatik juga menyampaikan pesan kepada para peserta PKL.
"Jaga kehormatan diri, kehormatan sekolah, dan kehormatan keluarga. Tunjukkan perilaku yang baik dan profesional di tempat kerja," pesan Sri Hartatik.
Dengan program PKL ini, SMKN 1 Jember berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan dan etika kerja yang tinggi, sesuai dengan standar dunia industri.
Editor : Dwi Siswanto