Sejarah Lokasi Tambang Emas Martabe dari Tapanuli Selatan yang Tidak Kalah dengan Freeport di Papua
Dwi Siswanto• Kamis, 3 Juli 2025 | 01:29 WIB
Area pengolahan di tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (dok. PTAR)
HALO JEMBER - Tambang Emas Martabe terletak di wilayah Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Tambang ini berdiri di atas kawasan yang secara geologis dikenal sebagai bagian dari jalur mineralisasi potensial Busur Sunda, yaitu sabuk geologi yang membentang dari Myanmar hingga Indonesia timur dan kaya akan kandungan logam berharga seperti emas dan tembaga.
Potensi emas di wilayah Martabe pertama kali teridentifikasi pada awal 1980-an melalui survei geologi dan eksplorasi awal yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan asing.
Namun, kegiatan eksplorasi secara intensif dimulai pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, ketika deposit emas dan perak berkadar tinggi mulai ditemukan di area-area seperti Purnama, Barani, dan Ramba Joring.
Setelah melalui tahap eksplorasi dan studi kelayakan yang komprehensif, proyek Martabe mulai dikembangkan secara komersial.
Operasi tambang resmi dimulai pada tahun 2012, dan sejak itu, Tambang Emas Martabe telah berkembang menjadi salah satu penghasil emas dan perak utama di Indonesia.
Tambang ini dikelola oleh PT Agincourt Resources, perusahaan yang menjalankan prinsip pertambangan berkelanjutan, dengan fokus pada keselamatan kerja, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Dengan cadangan emas jutaan ons dan umur tambang yang diperkirakan dapat bertahan hingga lebih dari satu dekade ke depan, Tambang Martabe memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian nasional dan lokal.
Selain menjadi sumber devisa negara, tambang ini juga menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar lokasi, serta turut mengembangkan infrastruktur dan pendidikan masyarakat sekitar.