Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Selat Bali Jalur Penyeberangan Penuh Risiko: Ada Jejak Kecelakaan Maut yang Hilangkan Kru Kapal

Dwi Siswanto • Jumat, 4 Juli 2025 | 01:55 WIB

Suasana pelabuhan ketapangan Banyuwangi (Radar Banyuwangi)
Suasana pelabuhan ketapangan Banyuwangi (Radar Banyuwangi)

HALO JEMBER — Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Rabu malam (2/7) kembali membuka luka lama dan menegaskan satu hal: Selat Bali bukanlah jalur laut biasa.

Selat ini telah lama dikenal sebagai salah satu jalur penyeberangan paling berbahaya di Indonesia, dengan riwayat panjang kecelakaan kapal yang menelan banyak korban jiwa.

Rekam Jejak Kecelakaan Maut

Dalam 40 tahun terakhir, lebih dari enam insiden besar terjadi di Selat Bali, termasuk:

Kecelakaan-kecelakaan tersebut bukan semata akibat cuaca buruk, tapi juga karena kombinasi kelemahan infrastruktur, kesalahan manusia, dan kurangnya pengawasan.

Kenapa Selat Bali Begitu Berbahaya?

Menurut pakar kelautan dari Universitas Udayana, Dr. I Gede Mahayana:

“Selat Bali memiliki karakteristik arus bawah laut yang kuat, perbedaan pasang-surut yang ekstrem, dan gelombang tinggi yang dipengaruhi oleh Samudra Hindia.”

Baca Juga: Fenomena Aneh Selat Bali : Mitos yang Belum Bisa Dipecahkan Nalar, Dipercaya Ada Penunggu Laut Bernama I Ratu Segara

Faktor-faktor ini diperparah oleh:

Kelemahan Sistemik di Penyeberangan

Tragedi demi tragedi menunjukkan bahwa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk belum sepenuhnya siap menghadapi risiko alam dan teknis:

Baca Juga: Daftar Kapal Tenggelam di Selat Bali, dari Kapal PLM Labaikan pada 1985 sampai KMP Tunu Pratama Jaya tahun 2025

Editor : Dwi Siswanto
#KMP Tunu Pratama Jaya #kecelakaan laut #kru kapal #selat bali #KMP Yunicee