Perbedaan Selat Bali dan Selat Lombok: Mengapa Kapal Tidak Lurus Lewat Selat Bali?
Dwi Siswanto• Rabu, 9 Juli 2025 | 00:54 WIB
Kapal yang menyebrang di Selat Bali (jawapos.com)
HALO JEMBER - Indonesia sebagai negara maritim memiliki banyak selat strategis yang menjadi jalur penting pelayaran nasional maupun internasional.
Dua selat yang sering menjadi perbincangan adalah Selat Bali dan Selat Lombok.
Meski sama-sama menghubungkan perairan Laut Bali dengan Samudera Hindia, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda—baik dari sisi geografis, kedalaman, arus laut, maupun jalur pelayaran.
Salah satu pertanyaan menarik yang sering muncul: Mengapa kapal yang melewati Selat Bali tidak bisa melaju lurus seperti di Selat Lombok? Untuk menjawabnya, mari kita bahas secara ilmiah dan terstruktur.
2. Kondisi Navigasi: Mengapa Tidak Lurus di Selat Bali?
a. Jalur Sempit dan Berliku
Selat Bali sangat sempit, dan memiliki topografi dasar laut yang tidak merata serta garis pantai yang melengkung, terutama di sisi Banyuwangi (Jawa) dan Gilimanuk (Bali).
Karena itu, kapal feri atau logistik tidak bisa langsung “melaju lurus” dari ujung ke ujung. Mereka harus mengikuti jalur aman yang melengkung sesuai alur laut yang bisa dilewati.
b. Lalu Lintas Padat dan Terbatas
Selat Bali adalah jalur utama penyeberangan ferry Jawa–Bali, terutama antara Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali). Kapal-kapal ini memiliki jalur khusus dan harus mengikuti sistem antrean serta koordinasi pelabuhan.
Karena itu, rutenya cenderung tidak lurus dan terkendali secara ketat, mirip dengan lalu lintas kendaraan di jalan sempit.
c. Arus Permukaan yang Kuat dan Tak Menentu
Selat Bali memiliki arus laut yang cukup kuat akibat perbedaan pasang surut antara Laut Bali dan Samudera Hindia.
Kapal kecil atau feri harus menyesuaikan arah dan kecepatan agar tidak terdorong arus ke arah yang membahayakan. Hal ini membuat kapal tidak bisa bergerak lurus tanpa koreksi arah.
3. Kenapa Selat Lombok Bisa Dilalui Kapal Secara Lurus?
a. Lebih Lebar dan Dalam
Selat Lombok merupakan salah satu selat terlebar dan terdalam di Indonesia. Ini membuatnya sangat ideal untuk dilewati kapal besar, termasuk kapal kontainer internasional.
Jalur pelayarannya cukup lurus dan luas, sehingga memungkinkan navigasi tanpa banyak manuver.
b. Bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)
Selat Lombok merupakan bagian dari ALKI II (Alur Laut Kepulauan Indonesia), yaitu jalur resmi pelayaran internasional yang diizinkan melewati perairan Indonesia berdasarkan hukum laut internasional (UNCLOS).
Karena itu, jalurnya sudah ditetapkan secara resmi dan lurus agar efisien bagi pelayaran internasional dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.
c. Arus Lebih Terprediksi
Meskipun arus di Selat Lombok juga kuat, arus di sini lebih stabil dan bisa diprediksi, karena perairannya lebih terbuka dan tidak sempit seperti Selat Bali.
Kapal besar sudah memperhitungkan waktu, arah, dan kecepatan berdasarkan data oseanografi, sehingga bisa melewati selat ini dengan lintasan yang lurus.