HALO JEMBER - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak hanya fokus memberikan akses beasiswa, tetapi juga menaruh harapan besar terhadap dampak sosial dari program ini.
Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni, menegaskan bahwa program beasiswa yang dijalankan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia menyebut bahwa pemberian beasiswa merupakan wujud nyata dari upaya mencapai SDGs poin keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas.
“Pemberian beasiswa dapat menjamin mahasiswa dalam memperoleh pendidikan terbaik tanpa memusingkan aspek biaya yang tinggi,” ungkap Syahroni.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa beasiswa juga menjadi alat untuk mengatasi ketimpangan ekonomi, sebagaimana tercantum dalam SDGs poin pertama: Tanpa Kemiskinan.
Dengan memberikan akses pendidikan kepada generasi muda dari keluarga kurang mampu, ITS ingin menciptakan peluang karier yang lebih baik bagi mereka.
Hal ini diharapkan berdampak pada peningkatan taraf hidup keluarga dan penurunan angka kemiskinan di masyarakat.
Menurut Syahroni, pemberian beasiswa bukan sekadar soal bantuan finansial, melainkan juga tentang membangun masa depan dan mendorong mobilitas sosial.
Untuk mendukung hal ini, ITS terus memperluas jangkauan informasi program beasiswa melalui berbagai kanal komunikasi, seperti media sosial, laman kampus, dan jaringan Adkesma.
Mahasiswa didorong agar proaktif memanfaatkan semua peluang yang tersedia dan terus memantau informasi yang dibagikan melalui platform myITS StudentConnect.
“Saya harap dengan fasilitas ini, mahasiswa ITS dapat memaksimalkan kesempatan yang ada,” ujar Syahroni menutup pernyataannya.
Untuk diketahui, ITS membuka 8 program beasiswa pada Juli 2025, di antaranya Beasiswa ABB Jürgen Dormann Foundation, Djarum Beasiswa Plus, dan LPDP.
Beasiswa tersebut tidak hanya mencakup bantuan biaya kuliah, tetapi juga memberikan fasilitas pendukung studi dan peluang magang industri.*
Editor : Sidkin