Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Didik Anak untuk Berani Speak Up, Ini Penjelasan Dosen Bimbingan Konseling Islam UIN KHAS Jember

Dwi Siswanto • Minggu, 13 Juli 2025 | 17:25 WIB

 

“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan mengenali tanda-tanda kekerasan dan berani bersuara jika menjadi korban.” Dr SURYADI, Dosen BKI UIN KHAS Jember
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan mengenali tanda-tanda kekerasan dan berani bersuara jika menjadi korban.” Dr SURYADI, Dosen BKI UIN KHAS Jember
 HALO JEMBER, Radar Jember – Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di Jember.

Edukasi kepada anak, terutama dalam lingkungan keluarga, merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual oleh orang-orang di sekitarnya.

Dosen Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Suryadi menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi tersebut.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari rumah. “Gerakan pencegahan harus dimulai dari pendidikan keluarga, karena anak-anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterima di rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suryadi menekankan pentingnya peran guru dan konselor dalam menciptakan lingkungan yang aman serta membimbing anak untuk mengenali potensi bahaya di sekitarnya.

Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan mengenali tanda-tanda kekerasan dan berani bersuara jika menjadi korban.

“Pendidik dan konselor harus menjadi garda terdepan dalam membangun rasa aman dan nyaman bagi anak,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya program edukasi terpadu yang melibatkan orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat luas.

Program ini perlu berfokus pada peningkatan kesadaran tentang hak-hak anak, cara mengenali gejala kekerasan, serta langkah penanganan awal yang tepat.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sekolah, keluarga pun harus terlibat aktif,” tegasnya.

Selain pendekatan edukatif, Suryadi juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak.

Regulasi yang berpihak kepada korban dan sanksi tegas terhadap pelaku kekerasan dinilai menjadi instrumen penting dalam menekan angka kekerasan seksual pada anak.

“Tanpa regulasi yang kuat, pelaku akan terus merasa aman dan korban semakin tak terlindungi,” ujarnya.

Data yang menunjukkan tren peningkatan kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Jember menjadi alarm serius.

Jika tidak ditangani dengan pendekatan holistik, termasuk edukasi dan perlindungan hukum, maka masa depan generasi muda Jember berada dalam ancaman.

“Pencegahan dan edukasi sejak dini adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dalam kondisi yang sehat dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#jember #Radar Jember #UIN KHAS Jember #speak up #halo jember