HALOJEMBER – Kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 telah melaksanakan survey lapangan ke kebun jeruk milik warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada Sabtu (19/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa atau Kelurahan Cerdas yang difokuskan pada penguatan sektor ekonomi dan ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Jember.
Desa Sidorejo dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jeruk terbaik di Kabupaten Jember.
Tanah yang subur dan iklim yang mendukung, menjadikan wilayah tersebut sangat potensial untuk pengembangan komoditas hortikultura, khususnya jeruk.
Meski begitu, hingga saat ini sebagian besar hasil panen jeruk masih dijual dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lebih lanjut.
Kondisi ini tentu menjadi salah satu faktor yang membatasi nilai tambah dan peluang ekonomi yang bisa dihasilkan oleh masyarakat setempat.
Berangkat dari situasi tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif 109 melakukan kunjungan dan merancang sebuah program pengolahan hasil pertanian lokal, dengan fokus utamanya pada buah jeruk.
Salah satu ide inovatif yang dikembangkan adalah menciptakan produk minuman jeruk peras siap konsumsi dalam kemasan botol kecil yang praktis dan menarik.
Produk tersebut dirancang agar bisa dinikmati secara langsung oleh konsumen di berbagai tempat dan situasi, sekaligus memperluas pasar produk olahan jeruk Sidorejo hingga ke luar wilayah desa.
Kegiatan survey tersebut turut didampingi oleh Ibu Sukseswati selaku Kasi Pemerintah Desa Sidorejo, serta Bapak Adi Winarno, pemilik kebun jeruk yang menjadi lokasi utama pelaksanaan program.
Diawali dengan observasi langsung di kebun, mahasiswa KKN Kolaboratif 109 yang hadir turut mendokumentasikan dan memahami mengenai proses budidaya jeruk mulai dari penanaman, pemupukan, hingga panen.
Dalam kesempatan yang ada, mahasiswa KKN Kolaboratif 109 juga melakukan diskusi secara langsung dengan Pak Adi Winarno untuk menggali informasi mengenai tantangan yang dihadapi petani di lapangan secara mendalam.
Salah satu persoalan yang kerap dialami para petani yaitu serangan lalat buah yang menyebabkan banyaknya buah jeruk rusak dan tidak layak panen.
Masalah ini berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, serta secara langsung mempengaruhi pendapatan petani buah jeruk.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kolaboratif 109 berupaya merancang produk olahan yang bisa tetap memanfaatkan buah-buah yang secara tampilan kurang sempurna tetapi masih layak dikonsumsi, sehingga meminimalkan potensi kerugian.
Tak hanya pada proses produksi, mahasiswa KKN Kolaboratif 109 juga akan mendampingi masyarakat dalam aspek branding dan pemasaran.
Mereka merancang pelatihan terkait desain kemasan, strategi pemasaran digital, serta optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi.
Dengan pendekatan ini, diharapkan warga desa bisa memiliki kemampuan untuk memasarkan produk secara mandiri, menjangkau pasar yang lebih luas, dan bersaing dengan produk dari daerah lain.
Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 juga berinisiatif untuk menggandeng pelaku UMKM serta toko-toko ritel lokal yang berada di wilayah desa Sidorejo.
Melalui kolaborasi ini, masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses produksi dan distribusi produk lokal dari daerah lain.
Pendekatan berbasis partisipatif ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar warga dan menciptakan ekosistem kewirausahaan desa secara mandiri.
Baca Juga: Tidak Ada Gacoan di Tempat KKN-nya, Mahasiswa ini Rela Jastip untuk Bisa Makan Gacoan
Program ini dirancang supaya tidak hanya bersifat sementara selama masa KKN berlangsung, melainkan berkelanjutan dan dapat diteruskan oleh masyarakat setempat secara mandiri.
Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 juga berharap bahwa inisiatif yang diberikan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga, terutama bagi generasi muda desa yang memiliki semangat untuk berwirausaha.
Selain itu, keberadaan produk olahan jeruk Sidorejo juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi desa ke level regional bahkan nasional.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, petani, UMKM, dan warga setempat, program ini menjadi contoh nyata pengembangan produk lokal yang dapat dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat selama program KKN berlangsung, serta mengevaluasi dampak dari setiap kegiatan yang dilaksanakan agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sidorejo.
Penulis: Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 2025
Editor : Dwi Siswanto