Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tinjau Sekolah Rakyat di Jember, Gubernur Jatim Khofifah Tegaskan Sekolah Siap Beroperasi Awal Agustus

Sidkin • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02:35 WIB
Para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan bingkisan yang berisi kebutuhan sehari-hari selama berada di Sekolah Rakyat dan asramanya, Kamis (31/7).
Para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan bingkisan yang berisi kebutuhan sehari-hari selama berada di Sekolah Rakyat dan asramanya, Kamis (31/7).

JEMBER LOR, Halo Jember – Tinjau Sekolah Rakyat di Jember, Gubernur Jatim Khofifah tegaskan sekolah siap beroperasi.

Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 6 Jember siap beroperasi. Hingga kemarin (31/7), progres pembangunan dan renovasi sudah mencapai 95,64 persen.

Ditargetkan, SR yang berisi siswa SD dan SMP ini bisa digunakan pembelajaran pada 5 Agustus mendatang.

Hal itu seusai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 6 Jember yang berlokasi di eks Balai Latihan Dispendik, Kelurahan Patrang tersebut, kemarin.

Peninjauan itu untuk memastikan kesiapan fasilitas belajar mengajar dan mendukung pembelajaran yang layak bagi siswa pilihan.

Menurutnya, kondisi fisik bangunan sudah hampir rampung. Sementara fasilitasnya sudah hampir terpenuhi.

Insya Allah semuanya sudah siap. Finishing-nya kira-kira empat hari lagi, selesai,” katanya usai meninjau bangunan sekolah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait menyapa siswa Sekolah Rakyat di sekolah, Kamis (31/7).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait menyapa siswa Sekolah Rakyat di sekolah, Kamis (31/7).

Khofifah menyebut, SR di Jember sangat representatif. Selain bangunan dan fasilitasnya, lokasi SR yang berada di pusat perkotaan Jember juga disebut sudah sesuai standar.

Meski bangunan SR ini bersifat sementara, dia berharap, para siswa dan guru semangat menjalani proses belajar mengajar.

“SR ini didesain sangat representatif untuk tidak terlalu jauh. Nanti sekolah (SR permanen, Red) yang akan dibangun itu international standard. Jadi, memang standarnya sangat bagus. Ini masih sementara. Nanti dibangun seluas 9 hektare. Bahkan ada kolam renangnya,” urainya.

Fasilitas SR, lanjut Khofifah, jauh lebih baik dibanding sejumlah sekolah lain. Seperti ruang belajar, asrama, kantin, dan lainnya.

Peralatan laboratorium komputer dan IPA juga akan dikirim mendekati waktu masuk sekolah.

Hal itu untuk mewujudkan kenyamanan siswa sehingga belajar dalam suasana yang membahagiakan.

“Kami ingin membangun semangat belajar yang baik di antara mereka semua. Mudah-mudahan kebahagiaan anak-anak itu akan membangun semangat belajar mereka,” terangnya.

Dia menambahkan, 12 SR di Jatim sudah dimulai pembelajaran pada 14 Juli lalu. Lalu dua SR akan diluncurkan hari ini (1/8). Sementara pembelajaran lima SR lain, termasuk Jember, direncanakan dimulai pada 5 Agustus mendatang.

Meski demikian, Khofifah mengakui masih ada tantangan tersendiri dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat, khususnya dari kalangan orang tua.

Sebab, beberapa siswa yang sebelumnya sudah diterima justru memilih mundur. Dia menyebut hal itu wajar.

“Sebab ini program baru. Sebagian orang tua masih berat melepas anaknya tinggal di asrama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember Kartika Dewi Sari menyebut, jumlah siswa setiap harinya terus bertambah.

Meski sebelumnya ada siswa dan orang tua yang mundur, hal itu langsung tertangani dengan tambahan siswa baru.

Pihaknya juga masih menunggu petunjuk dari pusat mengenai dimulainya aktivitas sekolah.

“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS, Red) memang lebih panjang. Kami masih menunggu hasil koordinasi, jika memungkinkan maka pembelajaran efektif dimulai pada 5 Agustus,” ungkapnya.

Dia menambahkan, SR tidak membuka pendaftaran secara umum. Akan tetapi menerima siswa sepanjang tahun.

Baca Juga: Wamensos Agus Jabo: Luas Lahan Sekolah Rakyat 8,5 Hektare

Namun hal itu dengan persyaratan tertentu. Seperti masuk kemiskinan ekstrem Desil 1 dan Desil 2, anak putus sekolah, hingga anak telantar.

"Sebenarnya peminat SR sangat banyak. Tapi terkendala dengan persyaratannya. Sampai saat ini (kemarin, Red) jumlah total 78 siswa,” jelasnya.

Untuk diketahui, kuota SR Jember sebanyak 100 siswa yang terdiri dari dua rombel SD dan dua rombel SMP.

Jumlah siswa SD sebanyak 34 orang. Masing-masing laki-laki dan perempuan 14 orang.

Sementara SMP sebanyak 44 siswa. Terdiri dari 24 laki-laki dan 20 perempuan. (kin/dwi)

Editor : Sidkin
#Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember #Siap Beroperasi #Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa #Tinjau Sekolah Rakyat