Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Pesulap Merah Ungkap Fakta Bulu Perindu: Bukan Ilmu Pelet, Tapi Sugesti! Ternyata Bulu Perindu dari Rumput Kering yang Bisa Bergerak

Dwi Siswanto • Kamis, 7 Agustus 2025 | 03:52 WIB

pesulap merah
pesulap merah

HALO Jember – Bulu perindu selama ini dipercaya sebagai sarana pemikat lawan jenis. Namun, pandangan berbeda datang dari Pesulap Merah, atau yang dikenal dengan nama asli Marcel Radhival.

Menurutnya, bulu perindu bukan benda mistis, melainkan sekadar alat sugesti.

Dalam berbagai konten edukatifnya, Marcel menegaskan bahwa bulu perindu tidak memiliki kekuatan supranatural seperti yang selama ini diyakini masyarakat. I

a menyebut benda itu hanyalah akar atau serat dari tumbuhan tertentu yang bisa bergerak ketika terkena air karena sifat biologisnya.

Baca Juga: Begini Cara Pakai Bulu Perindu yang Sering Disebut-Sebut Cara Ampuh Memikat Wanita

“Bulu perindu itu bukan alat pelet, tapi permainan sugesti. Yang percaya jadi yakin bisa memikat, padahal semua karena rasa percaya dirinya naik, bukan karena mistisnya,” ujar Marcel dalam salah satu unggahan videonya.

Marcel menjelaskan, sugesti atau keyakinan diri seseorang memegang peranan penting dalam interaksi sosial.

Ketika seseorang percaya bahwa dirinya "dibekali" sesuatu yang bisa memikat, cara berbicara dan pembawaannya pun ikut berubah, sehingga tampak lebih percaya diri di mata lawan jenis.

Baca Juga: Mengenang Raden Adjeng Kartini Tokoh Pahlawan Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia

Persebaran dan Kepercayaan yang Mengakar

Seiring waktu, kepercayaan terhadap bulu perindu menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya di Kalimantan, benda ini mulai dikenal di Jawa, Sumatera, bahkan Bali dan Sulawesi.

Di sejumlah daerah, bulu perindu dimasukkan ke dalam kantong rajah, dibacakan mantra, atau dicampur dalam minyak khusus untuk kemudian digunakan dalam berbagai ritual.

Benda ini dianggap sakral dan dipercaya hanya akan "berfungsi" jika diberikan oleh orang yang sudah melakukan tirakat atau laku batin tertentu.

Baca Juga: Waspada! Tak Boleh Disepelekan, Pneumonia jadi Penyebab Kematian Tertinggi Pada Bayi


Bulu Perindu dalam Pandangan Modern

Kini, bulu perindu tidak hanya ditemui di hutan, tetapi juga mudah ditemukan di pasar benda spiritual hingga toko online.

Harganya bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung cerita atau “energi gaib” yang menyertainya.

Namun, di era modern, banyak yang mulai mempertanyakan keampuhan benda ini. Sejumlah kalangan, termasuk tokoh rasionalis seperti Pesulap Merah, menyebut bulu perindu hanyalah alat sugesti semata.

“Tidak ada kekuatan magis dalam bulu perindu. Yang percaya biasanya lebih percaya diri, dan itu yang membuat dia tampak menarik di mata lawan jenis,” kata Pesulap Merah dalam salah satu kontennya.


Antara Mitos, Budaya, dan Realita

Meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bulu perindu mampu membuat seseorang jatuh cinta, keberadaannya tetap menjadi bagian dari warisan budaya mistik lokal yang kaya dan unik.

Baca Juga: Daya Tarik Susuk dari Perspektif Psikologi, Apakah Susuk Itu Nyata atau Hanya Keyakinan Batin?

Bagi sebagian orang, ia tetap dipercaya sebagai simbol pengasihan, sementara bagi yang lain, sekadar peninggalan mitos lama yang menarik untuk dipelajari.

Editor : Dwi Siswanto