Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Siaga Bucin di Desa Sidorejo, Jember: Tiga Pasangan Catin Ikut Pembinaan dan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dari Mahasiswa KKN Kolaboratif 109

Halo Jember • Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:23 WIB
Caption: Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 lakukan sosialisasi siaga bucin di Balai Desa Sidorejo
Caption: Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 lakukan sosialisasi siaga bucin di Balai Desa Sidorejo

HALO JEMBER – Pada Rabu, 6 Agustus 2025, Kelompok Kuliah Kerja Nyata atau KKN Kolaboratif 109 menggelar program inovatif bertajuk Siaga Bucin atau Sinergi Antara Lembaga Memburu Calon Pengantin Dini di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN yang fokus pada pencegahan pernikahan usia dini melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan berbasis data lapangan.

Tahap awal dalam program tersebut dilakukan dengan pendataan serta verifikasi calon pengantin (catin) di desa.

Hasil koordinasi dengan perangkat desa dan bidan desa menunjukkan ada tiga pasangan catin yang tergolong berisiko menikah di usia muda.

Temuan ini digunakan sebagai dasar pemetaan sosial dan penyusunan strategi edukasi agar para catin memahami dampak negatif pernikahan sebelum usia ideal.

Materi sosialisasi mencakup risiko pernikahan dini dari berbagai aspek, termasuk sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan hukum.

Tim KKN juga menyoroti masalah tingginya angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, yang salah satu penyebabnya adalah pernikahan dini.

Pernikahan pada usia muda berpotensi memicu kehamilan yang belum siap, anemia, kurangnya kesiapan dalam mengasuh anak, serta faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak dan kualitas SDM di masa depan.

Acara puncak di Balai Desa Sidorejo dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, calon pengantin, dan anggota KKN.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan tiga pemateri; Tim KKN-K yang membahas kesiapan kesehatan reproduksi, bidan desa yang memaparkan dampak sosial pernikahan dini, dan tokoh agama yang memberikan pandangan dari perspektif agama.

Tujuan utama “Siaga Bucin” adalah menjangkau calon pengantin usia dini yang sulit terdeteksi, meningkatkan kesadaran remaja, keluarga, dan tokoh masyarakat terhadap risiko pernikahan dini yang berkontribusi pada stunting, serta membangun sistem pencegahan nikah dini berbasis komunitas desa.

Baca Juga: Rancang Inovasi Olahan Jeruk, Mahasiswa KKN Kolaboratif 109 Kunjungi Kebun Warga di Desa Sidorejo

Sasaran program meliputi remaja 15 – 19 tahun yang berisiko menikah dini, pasangan muda yang sudah bertunangan, orang tua remaja, kader desa, guru, serta tokoh masyarakat dan agama.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama empat minggu, meliputi:

Kepala Desa Sidorejo mengapresiasi inisiatif ini, menilai pernikahan dini sebagai tantangan sosial yang masih signifikan di desa.

Ia berharap kegiatan ini membuat masyarakat sadar bahwa pernikahan bukan hanya urusan pribadi, melainkan juga berdampak panjang terhadap kualitas hidup dan pembangunan desa.

Program ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 5 (Kesetaraan Gender).

Tim KKN menekankan bahwa pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, organisasi pemuda, hingga keluarga.

Sebagai penutup, tim membagikan leaflet berisi ringkasan materi.

Melalui pendekatan kolaboratif dan komunikasi yang ramah, KKN Kolaboratif 109 membuktikan bahwa pencegahan pernikahan dini bisa dilakukan secara efektif tanpa menimbulkan penolakan dari masyarakat.

 

Editor : Halo Jember
#jember #calon pengantin #KKN Kolaboratif #bucin #kkn #Kabupaten Jember