Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Keutamaan Simthutdhuror, Warisan Habib Ali Al Habsyi yang Tetap Hidup

Sidkin • Kamis, 18 September 2025 | 22:26 WIB
Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. (Jeda.id)
Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. (Jeda.id)

HALO JEMBER – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, tradisi pembacaan Maulid Simtudduror tetap hidup dan mengakar kuat di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia.

Kitab yang disusun oleh ulama besar Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi  bukan hanya sebuah kata, melainkan sebuah warisan spiritual yang penuh makna dan keutamaan.

Kitab yang nama aslinya “Simtuddhuror fi Akhbar Maulid Khairil Basyar min Akhlaqi wa Aushaafi wa Siyar” atau berarti “Untaian Mutiara”, ditulis sebagai ungkapan cinta tulus kepada Nabi Muhammad SAW.

Keindahan bahasa dan kedalaman isinya menjadikan kitab ini tak lekang oleh waktu,  bahkan menjadi wirid atau amalan rutin bagi banyak pecinta Nabi.

Futuh dan Rahasia Rasulullah

Sejarah mencatat, keutamaan maulid Simthuddurar pernah dialami Habib Umar bin Idrus al-Idrus. Dalam mimpinya, ia mendapatkan petunjuk bahwa jalan untuk tebukanya ilmu dan pemahaman ada dalam Maulid Simtudduror. Sejak itu ia berpesan:

مَنْ أَرَادَ الْفَتْحَ، فَلْيَحْفَظْ المَوْلِدَ أَوْ يَكْتُبَهُ

Artinya: “Barang siapa yang hendak diberikan futuh, maka hafalkan maulid (Simthud Durar), atau menulisnya.” (Habib Ahmad bin Alawi bin Ali bin Muhammad Al-Habsy, At-Ta’rif bil Maulid min Kalami Shahibil Maulid, h. 5).

Selian itu, dalam kitab At-Ta’rif bil Maulid min Kalami Shahibil Maulid, Habib Ali Al-Habsyi menegaskan, siapa saja yang tekun membaca,menghafal, dan menjadikannya wirid akan ditampakkan kepadanya rahasia (sir) Rasulullah SAW.

مَوْلِدِي هٰذَا أَشْوَفُ أَنَّهُ لَوْ دَاوَمَ الوَاحِدُ عَلَى قِرَائَتِهِ وَحِفْظِهِ وَجَعَلَهُ مِنْ أَوْرَادِهِ، أَنَّهُ يَظْهَرُهُ لَهُ شَيْءٌ مِنْ سِرِّهِ ﷺ

Artinya: “Maulidku ini (Simthud Durar) sangat bermanfaat. Bahwa sesungguhnya, barang siapa yang tekun membacanya, menghafalnya, dan menjadikannya sebagai wirid, maka sungguh akan ditampakkan kepadanya rahasia (sir) Rasulullah.

Seakan Hadir di Zaman Nabi

Menurut Habib Ali al-Masntsur dilansir dari nu.online, ketika kita membaca dan mendalami makna dan kandungan yang ada dalam Maulid Simthud Durar, pembaca dan orang-orang yang mendengarkannya seakan berada pada zaman Nabi Muhammad SAW. Mereka seolah menyaksikan langsung bagaimana Rasulullah berakhlak mulia, bersabar dalam ujian, serta menunjukkan sifat-sifat agungnya.

Hingga kini, pembacaan Simtudduror lazim digelar dalam peringatan Maulid Nabi, haul ulama, maupun majelis shalawat.

Tidak ada waktu baku, namun tradisi ini diyakini membawa keberkahan, menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Penulis : Nafila Aprillia

 

Editor : Sidkin
#Warisan Abadi yang Terus Hidup di Era Modern #Simthud Durar #Haul Solo 2025 #warisan