Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

PARENTING ANAK REMAJA: Pererat Komunikasi dengan Saat Anak Memasuki Pubertas

Dwi Siswanto • Sabtu, 20 September 2025 | 03:42 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Masa pubertas merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Pada periode ini, anak mengalami banyak perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Perubahan tersebut sering kali membuat anak bingung, oleh karena itu orang tua juga harus memahami parenting apa yang tepat untuk sang buah hatinya.  

ADE APRIANIS – Lumajang

BAGI Anik Sriatun, anak semakin tumbuh dewasa antara senang dan semakin khawatir. Rasa dag dig duq, pun muncul saat sang buah hati menunjukkan perubahan fisik.

Sebab, untuk anak perempuan mulai terdapat perubahan di payudara, sementara laki-laki juga muncul jakun dengan suara yang membesar.

“Orang menyebut masa pubertas. Saat anak masuk SMP itu sudah dimulai dan anak perempuan juga lebih cepat. Kadang kelas 6 SD sudah masuk masa pubertas,” ucapnya.

Menurut Ani, pada masa pubertas tersebut orang tua harus hadir. Sebab, perubahan fisik itu membuat anak binggung.

“Anak masuk masa pubertas ini, jadikan ajang orang dua untuk lebih intens komunikasi dengan anak,” paparnya.

Namun, kata dia, gaya komunikasinya juga berubah. Tidak seperti saat anak-anak dulu. Namun, komunikasi harus asyik, seperti dengan teman.

Pola komunikasi yang menyenangkan dengan bahasa yang mudah dipahami membuat anak semakin merasa nyaman. Orang tua bisa memposisikan diri menjadi teman, sehingga tidak ada

kecanggungan dalam mengkomunikasikan soal perubahan yang terjadi dengan sang buah hati.

Saya selalu memposisikan diri sebagai orang tua, teman, dan sahabatnya. Jadi anak bisa cerita apapun sama kami, termasuk memberikan pemahaman seputar masa pubertas lebih dipahami,” ucapnya.

Selain itu, jauh-jauh hari sebelum menginjak usia remaja, sebagai orang dia selalu memberikan pemahaman pubertas.

Sehingga, saat waktunya mengalami masa tersebut anak sudah memiliki bekal informasi yang cukup.

“Saya terapkan ini ke semua anak saya. Alhamdulillah mereka semua paham dan tidak kaget ketika perubahan tubuh dan hormonal mulai terjadi. Tapi tetap kami awasi untuk membatasi pergaulan,” pungkasnya. (dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#pubertas #parenting #parenting anak remaja #lumajang