Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Memandang Wajah Ulama Bisa Jadi Jalan Ampunan Dosa, Begini Penjelasannya

Dwi Siswanto • Senin, 22 September 2025 | 01:55 WIB
Sejumlah ulama besar dari beragam daerah saat Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik 2025. Jemaah pun bercerita selalu rindu suasana haul.
Sejumlah ulama besar dari beragam daerah saat Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik 2025. Jemaah pun bercerita selalu rindu suasana haul.

HALO JEMBER – Ulama memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bahkan dalam sejumlah riwayat disebutkan, hanya dengan memandang wajah seorang ulama saja, Allah menciptakan malaikat malaikat yang memohonkan ampunan dosa bagi orang tersebut di hari kiamat.

Dilansir dari Pondok Pesantren Raudlatur Rochmaniyah, riwayat ini tercantum dalam kitab Lubabul Hadist karya Syekh Imam Jalaluddin bin Kamaluddin As-Suyuthi, disarikan dari kitab Tanhiqul Qoul Al Hatsith karya Syekh Nawawi Al-Bantani, Rasulullah SAW bersabda:

وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة

Artinya: “Barang siapa memandang wajah orang alim dengan pandangan yang menyenangkan, maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang memohonkan ampunana kepada orang tersebut di hari kiamat”.

Dalam hadist yang sama, keutamaan memuliakan ulama juga ditegaskan dalam hadist lain: “Wajah para alim ulama apabila kita memandangnya hati menjadi sayu karena kemuliaan yang Allah kurniakan untuk mereka. Apabila mereka mengeluarkan kata-kata, sangat menusuk kalbu hingga mampu membuatkan kita menitis air mata dengan kalam mereka”.

Adapun keutamaan ulama lainnya adalah sebagai berikut:

Memuliakan Ulama, Syurga Imbalannya

Rasulullah SAW bersabada:

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة

Artinya: “Barang siapa memuliakan orang alim, berarti ia telah memuliakan Aku. Barang siapa memuliakan Aku, berarti memuliakan Allah. Barang siapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah Syurga”.

Keutamaan Tidurnya Ulama

Rasulullah SAW bersabda:

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ

Artinya: “Tidurnya orang alim adalah lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh”.

Belajar Satu Bab Lebih Utama

Rasulullah SAW bersabda:

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا

Artinya: “Barang siapa belajar ilmu satu bab, diamalkan atau tidak, adalah lebih utama daripada shalat sunnah 1000 ( seribu ) rakaat”.

Keutamaan Berkunjung Kepada Orang Alim

Rasulullah SAW berasabda:

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ

Artinya: “Barang siapa bersilaturrahmi kepada orang alim, maka seolah-olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah-olah ia berjabat tangan denganku. Barang siapa duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah-olah ia duduk berdampingan denganku di dunia. Barang siapa duduk berdampingan denganku di dunia, makai a akan duduk berdampingan denganku di hari kiamat”.

Keutamaan-keutamaan tersebut menegaskan betapa mulianya kedudukan seorang ulama dalam Islam. Mereka bukan hanya pewaris ilmu, tetapi juga Cahaya bagi umat dalam memahami ajaran agama Islam.

Oleh karena itu, mari kita saling mendekat dengan orang-orang alim ulama dan memuliakannya, sejatinya memuliakan ulama adalah memuliakan Rasulullah dan Allah SWT.

Semoga Allah memilih kita untuk bersama para ulama di dunia dan di akhirat.

Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana  

Editor : Dwi Siswanto
#ulama #dosa #islam #Kemuliaan