HALO JEMBER – Di balik rimbunnya hutan Gunung Argopuro, tumbuh tanaman kecil yang mulai mencuri perhatian banyak orang: Lumut Kembang Angin. Tumbuhan epifit ini hidup menempel di batang pohon besar dan telah lama digunakan masyarakat pegunungan sebagai bahan obat herbal tradisional.
Meski bentuknya sederhana, Lumut Kembang Angin dipercaya memiliki berbagai khasiat alami untuk kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat yang dikenal luas di kalangan masyarakat pedesaan di sekitar Argopuro:
1. Meredakan Gangguan Pernapasan
Lumut Kembang Angin sering dijadikan bahan campuran jamu untuk mengatasi batuk, asma, dan sesak napas. Masyarakat percaya, lumut ini mengandung zat antibakteri dan antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Air rebusan lumut ini diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh, terutama bagi warga yang tinggal di daerah dingin dan berkabut. Ramuan ini biasanya diminum hangat pada pagi atau malam hari untuk menjaga stamina.
3. Menurunkan Panas Dalam dan Demam Ringan
Rebusan Lumut Kembang Angin juga sering dimanfaatkan untuk menurunkan panas tubuh. Efeknya yang menyegarkan membuat jamu ini populer di kalangan petani dan pendaki gunung.
4. Membersihkan Darah dan Detoksifikasi
Beberapa peracik jamu tradisional percaya bahwa lumut ini mampu membersihkan racun dalam darah dan memperlancar metabolisme tubuh. Ramuan tersebut biasanya diminum secara rutin dalam jumlah kecil sebagai terapi alami.
5. Menyegarkan Tubuh dan Menambah Stamina
Dalam campuran jamu, Lumut Kembang Angin sering dikombinasikan dengan temulawak, jahe, dan sambiloto untuk menambah energi dan mengurangi rasa lelah setelah bekerja keras di ladang.
Meski banyak dipercaya memiliki manfaat, hingga kini belum ada penelitian ilmiah modern yang membuktikan kandungan kimia dan efektivitas medis Lumut Kembang Angin secara pasti.
Khasiatnya masih bersumber dari pengetahuan empiris dan pengalaman masyarakat lokal yang diwariskan turun-temurun.
Lumut kecil ini bukan sekadar tanaman liar di hutan Argopuro, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kearifan lokal masyarakat pegunungan dalam menjaga kesehatan secara alami.
Pewarta: Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto