HALO JEMBER – Hutan di kawasan Gunung Argopuro kembali ramai didatangi para pencari Lumut Kembang Angin, tanaman liar yang dikenal sebagai bahan baku jamu tradisional bernilai tinggi.
Yono, warga Desa Baderan, Kabupaten Situbondo, mengungkapkan bahwa para pemburu tanaman tersebut biasanya berasal dari luar daerah.
“Mereka datang ke hutan membawa karung, mencari lumut ini karena harganya cukup mahal. Biasanya dikirim ke Solo, Jawa Tengah, untuk diproses di pabrik jamu,” ujarnya, Selasa (14/10) dikutip dari liputan 6.
Menurut Pria yang akrab disapa Yono, kegiatan pencarian Lumut Kembang Angin kerap dilakukan secara serampangan. Para pencari sering menebang pohon besar demi mempermudah pengambilan lumut yang menempel di batang.
“Sayangnya, cara mereka merusak hutan. Banyak pohon ditebang hanya untuk mengambil lumut yang menempel di batang,” ucapnya.
Warga pun mulai khawatir aktivitas itu akan memicu kerusakan ekosistem hutan Argopuro yang menjadi sumber air bagi beberapa desa di lereng gunung.
“Kalau dibiarkan, nanti bisa berdampak pada mata air dan tanah longsor,” katanya.
Lumut Kembang Angin dikenal memiliki khasiat untuk pengobatan herbal, terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi gangguan pernapasan.
Namun, tanpa pengawasan dan aturan jelas, perburuan tanaman langka ini bisa menjadi ancaman baru bagi kelestarian hutan di kawasan Argopuro.
Pewarta : Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto