Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jejak Ulama da Wali yang Menyatukan Hati di Tanggul, Jember

Dwi Siswanto • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:01 WIB
Jejak Ulama & Wali yang Menyatukan Hati di Tanggul, Jember  Gambar : Bintang sufi
Jejak Ulama & Wali yang Menyatukan Hati di Tanggul, Jember Gambar : Bintang sufi

Halo JEMBER — Di kawasan Tanggul, Kabupaten Jember, terdapat tokoh yang hingga kini dikenang sebagai pilar kelembutan, dakwah, dan keberkahan: Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid — atau lebih dikenal sebagai Habib Sholeh Tanggul.

Beliau bukan sekadar ulama di zamannya, tetapi telah mewariskan semangat pengabdian dan kemanusiaan yang masih dirasakan oleh ribuan peziarah setiap tahun.

Awal Kehidupan & Hijrah

Menurut catatan biografis, Habib Sholeh lahir di Desa Wadi ‘Amd, Hadramaut (Yaman), pada tahun 1313 H atau 1895 M.

Ayahnya, Muhsin bin Ahmad al-Hamid (dikenal sebagai Al-Bakri al-Hamid), adalah ulama ternama di kampungnya.

Sejak kecil, Habib Sholeh telah menekuni ilmu fikih dan tasawuf dari ayahnya, serta Al-Qur’an di bawah bimbingan Syeikh Saíd Ba Mudhij.

Sekitar usia 26 tahun (tahun 1921 M), beliau memutuskan untuk hijrah ke Indonesia bersama sejumlah ulama dari Hadramaut.

Setelah singgah di Jakarta dan Lumajang, akhirnya beliau menetap di Tanggul, Jember — tempat yang kemudian menjadi pusat dakwah dan pengabdian beliau hingga akhir hayat.

Dakwah & Sosialitas

Di Tanggul, Habib Sholeh bukan hanya mengajar agama secara formal, tetapi juga aktif membantu masyarakat secara langsung.

Dialah yang membangkitkan pengajian malam, hizib Al-Qur’an, serta kegiatan sosial seperti menikahkan masyarakat kurang mampu dan menyelesaikan perselisihan secara damai.Seorang saksi mengatakan: “Jika beliau hanya memiliki rohnya saja, ia rela memberikannya kepada yang meminta.”

Beliau juga dikenal santun, rendah hati, dan bersahaja — tak jarang menimba air wudhu sendiri untuk tamu, dan makan setelah tamu menyantap hidangan.

Sikap-sikap seperti ini menjadikan beliau teladan bukan hanya bagi umat Islam di sekitar Tanggul, tetapi juga bagi banyak pengunjung dari luar wilayah.

Salah satu aspek yang banyak dibicarakan adalah karomah (anugerah luar biasa). Dalam tradisi, Habib Sholeh disebut sebagai seorang wali yang doa-doanya cepat terkabul.

Sebuah laporan menyebut beliau wafat di antara wudhu dan salat Maghrib — sebuah keistimewaan yang dianggap simbol kemuliaan.

Warisan beliau masih dirasakan hingga kini.

Setiap tahun di kompleks Makam dan Masjid Riyadus Sholihin Tanggul digelar haul besar yang menarik ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Acara ini bukan sekadar ritual, tetapi momen untuk memperdalam spiritual, memperkuat silaturahmi, dan meneruskan nilai-nilai beliau.

Beberapa ajaran beliau yang terus bergaung Menjaga salat lima waktu dan berjemaah, terutama Subuh.

Berbakti kepada orang tua dan menjaga hubungan silaturahmi. Kedermawanan tanpa pamrih membantu siapa pun tanpa pilih kasih.

Nilai-nilai ini makin relevan dalam kondisi sosial masa kini: di tengah perubahan zaman, masyarakat butuh panutan yang tidak hanya pintar beragama, tetapi juga mampu menggerakkan hati dan tindakan nyata untuk kebaikan bersama.

Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid bukan hanya nama besar di Tanggul, Jember — beliau adalah contoh nyata bahwa dakwah yang digerakkan oleh keikhlasan dan kasih sayang mampu menghasilkan perubahan sosial yang jauh-jangka.

Warisan beliau — baik dalam bentuk pengajian, masjid, maupun pengabdian masyarakat — menjadi pijakan yang bisa diwariskan ke generasi berikut.

Rahmat bagi seluruh alam, begitu pesan beliau yang tertulis dalam warisan pengajaran-nya. Semoga kita semua dapat meneruskan semangat tersebut, menjadikan Islam sebagai kebahagiaan yang memanusiakan, bukan hanya ritual semata.


Pewarta: Ferdi Harahap

Editor : Dwi Siswanto
#Ayah Habib Sholeh #karomah #Makam dan Masjid Riyadus Sholihin Tanggul #Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid #Jejak Ulama dan Wali yang Menyatukan Hati