Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sholawat Mansuub Warisan Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid: “Doa Ku Lebih Cepat dari Kilat yang Menyambar

Dwi Siswanto • Senin, 27 Oktober 2025 | 06:47 WIB
Sholawat Mansuub Warisan Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid: “Doa Ku Lebih Cepat dari Kilat yang Menyambar”  Gambar: Facebook
Sholawat Mansuub Warisan Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid: “Doa Ku Lebih Cepat dari Kilat yang Menyambar” Gambar: Facebook

Halo Jember, Di antara para wali dan ulama besar Indonesia, nama Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid dari Tanggul, Jember, dikenal sebagai sosok karismatik yang mewariskan banyak amalan dan doa mustajab.

Salah satu doa beliau yang hingga kini diyakini masyarakat memiliki kekuatan spiritual luar biasa dikenal dengan sebutan Doa Kilat, yang dalam kalimatnya mengandung makna mendalam dan penuh keagungan kepada Allah SWT.

Doa ini dikenal karena kalimat yang pernah beliau ucapkan:

“Doaku lebih cepat dari kilat yang menyambar.”

Kalimat tersebut bukanlah bentuk kesombongan, melainkan ungkapan keyakinan seorang kekasih Allah (wali) terhadap kedekatannya dengan Sang Pencipta.

Dalam tradisi Islam, doa orang saleh yang ikhlas memiliki kekuatan yang dahsyat bahkan bisa menjadi sebab datangnya pertolongan Allah secara cepat.

Makna dan Keistimewaan Doa

Dalam ijazah yang beliau wariskan, tertulis doa shalawat yang memiliki kandungan makna mendalam.

Doa ini dimulai dengan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan dengan permohonan ampun, keselamatan dunia-akhirat, serta pengampunan segala dosa.

Teks Arab (Latin):
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin sholaatan taghfiru biha dzunuuba, wa tushlihu biha al-quluba, wa tughni bihi haadz-dzunuuba, wa tu’allimu biha syu’uuba, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa man lahu manshubu.


Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dengan shalawat yang dengannya Engkau mengampuni segala dosa, memperbaiki segala hati, mencukupkan segala kebutuhan, mengajarkan segala umat, dan juga kepada keluarga beliau, sahabat beliau, serta siapa saja yang memiliki hubungan dengan beliau.”

Petunjuk dan Fadhilah

Dalam keterangan yang diwariskan para murid dan pengikut beliau, doa ini memiliki keutamaan besar:

1. Dapat menjadi wasilah terkabulnya segala hajat.
2. Dapat menjadi doa penyembuh bagi orang yang sedang sakit.
3. Jika dibacakan pada sesuatu, insya Allah dapat menjadi doa perlindungan dan keberkahan.

Pembacaan doa ini dianjurkan sebanyak tiga kali atau sebelas kali, terutama ketika seseorang memiliki hajat besar atau sedang membutuhkan pertolongan Allah SWT secara cepat.

Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid dikenal sebagai salah satu wali besar dari Hadramaut yang kemudian menetap di Jember, Jawa Timur.

Beliau dikenal bukan hanya karena kedalaman ilmunya, tetapi juga karena karamah (keistimewaan spiritual) yang diakui oleh banyak ulama dan masyarakat.

Meski telah wafat, makam beliau di Tanggul hingga kini ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.

Baca Juga: Tradisi Moloekatan: Warisan Dzikir Jalanan ala Gus Miek yang Terus Hidup
Warisan Spiritual yang Terus Hidup

Amalan sholawat mansuub yang beliau wariskan bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan simbol dari hubungan yang erat antara manusia dan Tuhannya.

Di era modern seperti sekarang, ajaran Habib Sholeh mengingatkan umat bahwa kekuatan doa, keikhlasan, dan cinta kepada Rasulullah SAW tetap menjadi sumber ketenangan dan keberkahan hidup.

Pewarta: Ferdi Harahap

Editor : Dwi Siswanto
#Amalan sholawat mansuub #doa kilat #Ijazah dari Habib Sholeh #warisan spiritual #Sholawat Mansuub Warisan Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid #karamah