Halo Jember — Belakangan ini, banyak pengendara sepeda motor di beberapa kabupaten di Jawa Timur mengalami peristiwa yang sama: setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite, motor tiba-tiba brebet (tarikan gas tersendat), tenaga hilang, bahkan mogok total. ([detikcom][1]
Keluhan pertama muncul di wilayah seperti Bojonegoro dan Tuban sejak sekitar 24-25 Oktober 2025. ([detikcom][2]) Banyak bengkel menerima masuk puluhan motor per hari dengan keluhan serupa: mesin tersendat, busi cepat mati, tarikan gas tak mulus. ([detikcom][1]).
Gejala bermunculan di berbagai daerah: Sidoarjo, Lamongan, hingga kota-kota lainnya di Jawa Timur. ([detikcom][2]
Beberapa mekanik dan pengguna motor menyebut beberapa indikasi sebagai berikut:
BBM jenis Pertalite yang dibeli dari SPBU tertentu memiliki bau lebih menyengat dari biasanya ([tribratanews.resbojonegoro.jatim.polri.go.id][3]) Diduga ada campuran atau perubahan komposisi bahan bakar, termasuk kemungkinan kandungan etanol atau kadar air dalam bahan bakar ([detikcom][4]).
Setelah mesin dikuras dari bahan bakar lama dan busi diganti, motor bisa kembali normal—namun bila masih memakai BBM dari sumber yang sama, maka masalah muncul lagi. ([detikcom][2])
Pengendara harus mengeluarkan biaya ekstra karena motor harus dibawa ke bengkel, diganti busi, dikuras tangki BBM, dan kadang harus mengganti BBM ke jenis yang lebih aman seperti Pertamax. ([detikcom][2])
Beberapa orang memilih untuk sementara tidak menggunakan Pertalite sampai ada kejelasan terkait sumber permasalahan. ([IDN Times Jatim][5])
Meski muncul dugaan campuran atau kualitas yang menurun, sampai saat ini belum ada keputusan final bahwa Pertalite secara umum bermasalah—karena pengecekan masih terus dilakukan.
Untuk pengendara jika motor mengalami gejala brebet setelah isi Pertalite, segera hubungi bengkel untuk pengecekan busi, filter, dan kemungkinan kontaminasi BBM Simpan bukti pembelian BBM dari SPBU (tiket/struk) sebagai bahan aduan jika diperlukan.
Jika memungkinkan, isi BBM di SPBU dengan reputasi baik dan pastikan tangki bersih ketika melakukan pengisian.
Pewarta: Ferdi Harahap
Editor : Dwi Siswanto