Halo Jember–Kampoeng Batja di Desa Jatian, Jalan Nusa Indah VI No. 7, Jember, kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menggabungkan literasi, budaya, dan rekreasi.
Tempat ini didirikan oleh Iman Suligi, seorang pensiunan guru yang sejak 1978 membuka taman baca di teras rumahnya dengan koleksi buku pribadi.
Seiring waktu, taman baca tersebut berkembang dan diresmikan menjadi Kampoeng Batja pada 2009.
Kini, tempat itu memiliki lebih dari 600 koleksi buku yang mencakup berbagai genre, mulai dari buku anak, sastra klasik, hingga ensiklopedia.
Tidak hanya menyediakan rak-rak buku, Kampoeng Batja juga menampilkan koleksi budaya dan benda bersejarah seperti keris, lukisan, mesin ketik, dan uang lama.
Keberagaman koleksi ini menjadikan Kampoeng Batja sebagai ruang pembelajaran terbuka yang dapat dinikmati semua kalangan.
Dalam perkembangannya, Kampoeng Batja pernah bekerja sama dengan konsultan Jepang melalui Yayasan Indonesia Membaca untuk menggelar kegiatan literasi dan pameran budaya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya membaca dan memperluas jangkauan literasi di masyarakat.
Meski menghadapi tantangan di era digital, Kampoeng Batja tetap berupaya menjaga minat baca masyarakat.
Berbagai kegiatan seperti kelas menulis, diskusi sastra, dan pameran literasi rutin diadakan untuk menarik kembali minat generasi muda terhadap buku.
Kini, Kampoeng Batja bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga ruang bertemu ide dan kreativitas.
Banyak komunitas lokal, pelajar, hingga pegiat seni yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi berbagi karya dan berdiskusi ringan tentang berbagai isu sosial dan budaya.
Suasana rindang dengan deretan rak buku di bawah pepohonan membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.
Tak jarang, pengunjung datang hanya untuk menikmati ketenangan dan aroma khas kertas buku yang membawa nostalgia.
Beberapa di antara mereka bahkan datang dari luar kota, tertarik pada konsep unik yang memadukan wisata, edukasi, dan budaya lokal.
Dari tempat sederhana ini, semangat membaca dan mencintai budaya terus tumbuh, menjadi bukti bahwa literasi bisa hidup di mana saja bahkan dari sudut kecil di Jember.
Dengan konsep edukatif dan suasana yang tenang, Kampoeng Batja kini menjadi ikon wisata literasi di Kabupaten Jember, sekaligus pengingat pentingnya menjaga budaya membaca di tengah gempuran teknologi digital.
Sebagai destinasi wisata edukasi, Kampoeng Batja tidak hanya menarik bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman belajar yang berbeda.
Suasana asri, interaksi dengan komunitas lokal, serta nilai-nilai literasi yang diusung menjadikan tempat ini ruang inspiratif untuk mengenal Jember dari sisi budaya dan pengetahuan.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah
Editor : Dwi Siswanto