Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kemendikdasmen Tinjau Pelaksanaan TKA di Jember, Ini untuk Menanamkan Nilai Kejujuran dan Tanggungjawab

Sidkin • Rabu, 5 November 2025 | 23:00 WIB
Tenaga Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto (kiri) saat meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 2 Jember, Selasa (4/11/2025).
Tenaga Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto (kiri) saat meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 2 Jember, Selasa (4/11/2025).

JEMBER, Halojember.jawapos.com - Transformasi sistem evaluasi pendidikan kini menuju pendekatan yang tidak hanya menilai capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan integritas generasi pelajar Indonesia.

Hal itu yang menjadi salah satu semangat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI menggelar tes kemampuan akademik (TKA) bagi siswa SMA se-derajat.

Meski TKA bersifat tidak wajib dan tidak mempengaruhi kelulusan, namun TKA diharapkan bisa menjadi salah satu indikator mengetahui capaian akademik siswa sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Tenaga Ahli Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, menegaskan, sistem penilaian terbaru ini dirancang untuk mengukur hasil belajar secara adil sekaligus memetakan standar pendidikan nasional.

“Esensi dari evaluasi ini melampaui perolehan skor. Kami menanamkan nilai kejujuran dan sikap bertanggung jawab kepada pelajar sejak masa sekolah,” terangnya saat memantau pelaksanaan TKA di SMAN 2 Jember, Selasa (4/11/2025).

Larangan ketat terhadap penggunaan perangkat elektronik dan alat komunikasi selama tes menjadi langkah nyata dalam menanamkan budaya jujur di kalangan pelajar.

Menurut Mariman, kesadaran siswa terhadap pentingnya integritas kini tumbuh secara alami tanpa harus dipaksa oleh pengawasan eksternal.

“Beberapa siswa mengungkapkan keyakinan bahwa mencontek tidak mendatangkan berkah. Kesadaran ini bukan lahir dari ketakutan pengawasan, melainkan pemahaman bahwa pencapaian autentik berasal dari kerja keras pribadi,” jelasnya.

Perubahan pola pikir ini merupakan buah dari implementasi berkelanjutan berbagai program pemerintah seperti inisiatif “Pagi Ceria” dan kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menekankan pembentukan karakter.

“Aktivitas pagi ceria bukan sekadar rutinitas formalitas. Namun bagian integral dari strategi membangun karakter. Pengulangan konsisten akan menciptakan kebiasaan yang membentuk kepribadian,” paparnya.

Ia menilai, pelaksanaan ujian di Kabupaten Jember mencerminkan keseimbangan ideal antara penguasaan akademik dan penguatan nilai moral siswa.

Baca Juga: Jember, Siapkah Tes Kemampuan Akademik ?, Opini: M. Aminudin

Dengan sistem pengawasan yang ketat serta pembiasaan positif, para peserta ujian tidak hanya diuji secara intelektual, tetapi juga diuji mentalnya untuk tetap jujur.

Program evaluasi ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk menilai prestasi akademik siswa secara transparan sekaligus memetakan kualitas pendidikan secara nasional.

Selain sebagai dasar validasi nilai rapor untuk jalur prestasi perguruan tinggi negeri, hasil tes juga memberi umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka.

Evaluasi ini diharapkan mampu mencerminkan capaian pembelajaran yang sesungguhnya sembari memperkuat karakter peserta didik.

“Ketika pelajar terbiasa menerapkan kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam hal sederhana seperti ujian, mereka akan memiliki kesiapan mental menghadapi tantangan kompleks di kemudian hari,” pungkasnya. (kin)

Editor : Sidkin
#tanggung jawab #jember #tenaga ahli #kemendikdasmen #tka #Tinjau Pelaksanaan #nilai kejujuran #Tes Kemampuan Akademik