Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tiga Stasiun KAI Daop 9 Jember Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Hidupkan Kembali Pesona Stasiun Heritage di Era Modern

Sidkin • Selasa, 11 November 2025 | 01:45 WIB
Tiga Stasiun ini Ditetapkan sebagai cagar budaya di Daop 9 Jember.
Tiga Stasiun ini Ditetapkan sebagai cagar budaya di Daop 9 Jember.

JEMBERHalojember.jawapos.com - Tiga Stasiun KAI Daop 9 Jember Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Hidupkan Kembali Pesona Stasiun Heritage di Era Modern.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember terus mempertegas komitmen menjaga warisan perkeretaapian di wilayah timur Jawa.

Tiga stasiun, yakni Probolinggo, Jember, dan Bondowoso, telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena nilai historis, arsitektur, dan sosial yang melekat pada perjalanan transportasi di Jawa Timur.

Ketiga bangunan tersebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda dengan ciri khas arsitektur Hindia Belanda yang masih terawat hingga sekarang.

Untuk menjaga kelestariannya, KAI menerapkan prinsip konservasi adaptif dengan mempertahankan bentuk asli bangunan sambil menyesuaikan fungsi agar tetap relevan dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Ketiga stasiun ini bukan hanya fasilitas transportasi, tetapi juga simbol sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang perkeretaapian di Jawa Timur. KAI berkomitmen menjaga kelestarian bangunan-bangunan ini sambil terus meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan,” ujar Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Senin (10/11/2025).

Salah satu bangunan yang kini menjadi ikon heritage di bawah wilayah Daop 9 adalah Stasiun Bondowoso.

Stasiun ini resmi menghentikan operasionalnya pada tahun 2004 setelah jalur Kalisat–Panarukan dinonaktifkan.

Bangunan tersebut kemudian direvitalisasi dan dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Bondowoso pada 17 Agustus 2016.

Museum ini menampilkan berbagai koleksi peninggalan dunia perkeretaapian sekaligus menjadi pengingat peristiwa “Tragedi Gerbong Maut” tahun 1947.

Kini, museum tersebut berkembang menjadi salah satu destinasi edukasi dan wisata sejarah utama di kawasan Tapal Kuda.

Selain melestarikan bangunan cagar budaya, KAI Daop 9 juga tengah menata kawasan Stasiun Jember untuk menghadirkan suasana baru yang lebih nyaman, elegan, dan tetap mempertahankan karakter historisnya.

Penataan yang dilakukan meliputi perbaikan tata ruang dan alur penumpang, penataan taman dan ruang publik, serta modernisasi fasilitas layanan.

Proses penataan dilakukan bertahap sejak Oktober dan ditargetkan selesai pada awal 2027.

Konsep yang diusung adalah “stasiun heritage yang hidup” yang memadukan nilai sejarah dengan sentuhan modern.

Melalui konsep tersebut, Stasiun Jember diharapkan menjadi ikon heritage perkeretaapian modern di wilayah timur Jawa serta mendukung pengembangan wisata sejarah dan ekonomi lokal.

“Kami ingin menghadirkan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga punya nilai estetika dan kebanggaan sejarah bagi masyarakat. Nilai heritage ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jasa dan wisatawan,” tambah Cahyo.

KAI juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pelestari heritage, dan kalangan akademisi untuk memperkuat edukasi publik tentang pentingnya menjaga bangunan bersejarah.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melestarikan arsitektur dan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Melalui pelestarian dan penataan kawasan tersebut, KAI berupaya menghadirkan layanan transportasi modern yang tetap berakar pada sejarah sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian warisan budaya dan pengembangan wisata sejarah di Jawa Timur bagian timur. (kin)

Editor : Sidkin
#stasiun kai #Daop 9 Jember #cagar budaya #Pesona #bangunan cagar budaya #heritage #warisan