Halo Jember - Pesawat luar angkasa Voyager 1 dan Voyager 2 merupakan dua penjelajah legendaris milik NASA yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang manusia dalam menembus batas tata surya.
Diluncurkan hampir setengah abad lalu, keduanya kini terus mengembara di ruang antarbintang, jauh melampaui planet-planet yang kita kenal.
Meski berusia lebih dari 47 tahun, kedua pesawat ini masih dapat mengirimkan sinyal ke Bumi, menunjukkan ketahanan luar biasa dari teknologi yang dibuat pada tahun 1970-an.
Voyager 2 diluncurkan lebih dulu pada 20 Agustus 1977, diikuti Voyager 1 pada 5 September 1977.
Walaupun diluncurkan belakangan, Voyager 1 menempuh jalur yang lebih cepat dan kini menjadi objek buatan manusia yang paling jauh dari Bumi.
Misi awal kedua pesawat ini adalah untuk mempelajari planet-planet luar seperti Jupiter dan Saturnus.
Namun Voyager 2 melangkah lebih jauh, mengunjungi Uranus dan Neptunus, menjadikannya satu-satunya pesawat luar angkasa yang pernah mengamati keempat planet raksasa tersebut secara langsung.
Pada 14 Februari 1990, ketika Voyager 1 telah mencapai jarak sekitar 6,4 miliar kilometer dari Bumi, NASA memerintahkannya untuk menoleh ke belakang dan mengambil foto seluruh tata surya.
Foto tersebut kemudian dikenal dengan sebutan “The Family Portrait.”
Dalam gambar itu, beberapa planet tampak samar, termasuk Merkurius dan Venus yang tertutup cahaya Matahari.
Namun dari seluruh potret tersebut, satu titik kecil berwarna biru pucat berhasil menarik perhatian dunia. Titik itu adalah Bumi, rumah bagi seluruh kehidupan yang kita kenal.
Gambar tersebut kemudian terkenal dengan nama “Pale Blue Dot” atau “Titik Biru Pucat.”
Baca Juga: Dari Kerajinan Desa ke Penjuru Dunia, IMDA Handicraft Desa Tutul, Balung, Jember
Astronom Carl Sagan, yang terlibat dalam proyek Voyager, menggambarkan foto itu sebagai pengingat betapa kecil dan rapuhnya keberadaan manusia di tengah luasnya alam semesta.
Dalam kegelapan yang tak berujung, Bumi hanya tampak seperti debu kecil, namun di situlah seluruh sejarah, harapan, dan kehidupan manusia berlangsung.
Setelah menjelajah selama puluhan tahun, Voyager 1 menjadi pesawat luar angkasa pertama yang memasuki ruang antarbintang pada tahun 2012, disusul oleh Voyager 2 pada 5 November 2018.
Hingga tahun 2025, keduanya masih berfungsi dan mengirimkan data ilmiah ke Bumi, meskipun daya pancar sinyalnya semakin lemah seiring menipisnya sumber energi.
NASA bahkan memberikan akses publik untuk memantau posisi kedua pesawat ini melalui situs resmi Voyager Mission Status, sehingga siapa pun dapat mengikuti perjalanan sunyi mereka di luar sana.
Selain membawa misi ilmiah, Voyager 1 dan 2 juga memikul pesan simbolis dari umat manusia berupa Golden Record, piringan fonograf berlapis emas yang berisi 115 gambar, suara alam, musik, dan salam dalam 55 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia dengan kalimat sederhana “Selamat tinggal.”
Piringan ini dimaksudkan sebagai pesan bagi peradaban lain di alam semesta, sebagai perkenalan dan bukti keberadaan manusia di Bumi.
Kini, setelah hampir 48 tahun mengembara tanpa arah kembali, Voyager 1 dan 2 terus melaju menjauhi tata surya, membawa harapan, suara, dan kisah umat manusia menuju kedalaman kosmos.
Mereka menjadi simbol abadi tentang rasa ingin tahu manusia yang tak terbatas dan tekad untuk memahami tempat kita di alam semesta yang luas dan misterius.
Penulis: Agil Prasetyo
Editor : Dwi Siswanto