Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Paus Biru Antartika, Makhluk Terbesar Sepanjang Sejarah Bumi dengan Berat 200 Ton dan Suara Terkencang di Dunia

Dwi Siswanto • Minggu, 23 November 2025 | 00:14 WIB
“Paus Biru Antartika, Makhluk Terbesar Sepanjang Sejarah Bumi dengan Berat 200 Ton dan Suara Terkencang di Dunia”
“Paus Biru Antartika, Makhluk Terbesar Sepanjang Sejarah Bumi dengan Berat 200 Ton dan Suara Terkencang di Dunia”

Halo Jember - Tau nggak sih, hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi ini ternyata bukan dinosaurus, bukan pula hewan darat raksasa seperti gajah, melainkan penghuni samudra dalam bernama paus biru Antartika (Balaenoptera musculus).

Paus biru Antartika (Balaenoptera musculus) telah lama dikenal sebagai hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi—bahkan jauh melampaui ukuran dinosaurus terbesar sekalipun.

Dengan tubuh yang dapat mencapai panjang hingga 30 meter, makhluk raksasa ini lebih panjang daripada bus kota, menjadikannya ikon megafauna lautan yang mengagumkan.

Tidak hanya itu, beratnya mampu menembus 200 ton, setara dengan 33 ekor gajah dewasa yang ditumpuk menjadi satu.


Keunikan paus biru tidak berhenti pada ukuran tubuhnya. Organ-organ di dalam tubuhnya bahkan lebih mengejutkan.

Jantungnya, misalnya, bisa berukuran sebanding dengan mobil kecil, mampu memompa darah ke seluruh tubuh raksasanya.

Sebagai perbandingan, hewan darat terbesar yang hidup saat ini, gajah semak Afrika, hanya memiliki berat sekitar 6 ton jauh di bawah paus biru.

Bahkan jika dibandingkan dengan dinosaurus terbesar seperti Argentinosaurus, paus biru masih memegang rekor sebagai hewan terbesar sepanjang masa.


Selain ukuran yang luar biasa, paus biru juga tercatat sebagai hewan dengan suara paling keras di planet ini. Suara panggilannya dapat mencapai 188 desibel, melampaui kebisingan mesin jet yang hanya sekitar 140 desibel.

Suara kuat ini digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh di kedalaman laut, menembus ribuan kilometer di bawah permukaan samudra.


Namun, di balik kehebatan dan keagungannya, paus biru Antartika menghadapi ancaman serius. Spesies ini termasuk dalam kategori “sangat terancam punah” akibat perburuan besar-besaran yang terjadi pada abad ke-20, yang menyebabkan populasinya menurun drastis.

Selama bertahun-tahun, keberadaan mereka bahkan dianggap semakin langka dan sulit ditemukan.

Baca Juga: Lomba Konten Kreatif Mitra Petani 2025: Ajak Generasi Muda “Ngonten Asyik Bertani Cerdas Bareng CBA


Harapan baru muncul pada tahun 2020, ketika tim ilmuwan yang dipimpin oleh British Antarctic Survey (BAS) melakukan ekspedisi di wilayah Georgia Selatan.

Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: gerombolan besar paus biru Antartika.

Selama ekspedisi itu, tim berhasil menghitung setidaknya 55 individu paus biru jumlah yang menandakan adanya potensi pemulihan populasi setelah sekian lama berada di ambang kepunahan.


Temuan ini memberikan secercah optimisme bagi komunitas konservasi laut. Meskipun paus biru Antartika masih berstatus sangat terancam, kemunculan kembali puluhan ekor di alam liar menunjukkan bahwa perlindungan global mulai membuahkan hasil.

Dengan kerja sama internasional dan pengawasan ketat terhadap aktivitas laut, ada harapan bahwa raksasa samudra ini dapat terus berkembang dan kembali menguasai lautan seperti masa kejayaannya.


Paus biru Antartika adalah simbol betapa megahnya kehidupan laut, sekaligus pengingat betapa rapuhnya ekosistem Bumi.

Upaya pelestarian yang berkelanjutan menjadi kunci agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan makhluk terbesar sepanjang sejarah ini berenang bebas di samudra P⁠⁠⁠


P⁠⁠⁠⁠⁠: Agil Prasetyo

Editor : Dwi Siswanto
#hewan terbesar #makhluk terbesar #populasi menurun #paus biru #mamalia laut