Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dari Serpihan Kayu dan Rahasia Sebuah Puzzle, Kompetisi Puzzle Tangram di Museum Telu Jember

Dwi Siswanto • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:13 WIB

 

ADHI SURYA/RADAR JEMBER ASAH LOGIKA: Para pelajar mencoba menyelesaikan tantangan puzzle tangram di Museum Telu.
ADHI SURYA/RADAR JEMBER ASAH LOGIKA: Para pelajar mencoba menyelesaikan tantangan puzzle tangram di Museum Telu.

Di rooftop Museum Telu, siang itu suasana berbeda terasa begitu hidup. Anak-anak sekolah berdiri mengelilingi meja panjang, mata mereka berbinar-binar menatap potongan-potongan kayu kecil yang belum berbentuk.

Puzzle itu terlihat sederhana, namun cukup menantang untuk membuat beberapa pelajar saling melempar senyum gugup.

“Yang menang nanti ada doorprizenya!” seru Nurul Hikmah, staf Museum Telu. Kalimat itu langsung memantik semangat.

Begitu puzzle dimulai, suasana berubah menjadi tenang, namun penuh ketegangan yang menyenangkan.

Ada yang mengerutkan kening, ada yang menggeser kepingan kayu seperti sedang membaca rahasia di balik guratan bentuknya.

Tangan-tangan mungil juga bergerak cepat memilih serpihan kayu pertama yang dianggap paling penting.

Di sisi ruangan, Pemilik Museum Telu Priwahyu Hartanti, memperhatikan para peserta dengan bangga. “Puzzle itu sederhana, tapi mengajarkan banyak hal. Anak-anak belajar fokus, belajar strategi, dan bahkan belajar mengatur emosi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satunya manfaat anak bermain puzzle adalah untuk meningkatkan kemampuan fokus dan kesabaran.

Puzzle menuntut anak memusatkan perhatian pada tugas di depan mata, mengesampingkan gangguan, dan bertahan sampai gambar selesai tersusun.

“Aktivitas ini menguatkan kontrol diri sekaligus melatih pola pikir bertahap dalam menyelesaikan masalah,” imbuhnya.

Saat mencoba memasangkan potongan yang tidak cocok, anak juga sedang mengasah problem solving. Tidak hanya itu, puzzle juga menstimulasi koordinasi mata dan tangan.

Pilihan potongan, cara memutar, hingga menempatkannya di posisi yang tepat membantu meningkatkan motorik halus yang penting bagi aktivitas menulis dan menggambar.

Kemampuan lain yang terbentuk adalah kecerdasan spasial. Anak belajar membayangkan bagaimana setiap potongan terhubung. Ini penting untuk pemahaman geometri, seni rupa, hingga bidang teknik di masa depan.

“Ketika dimainkan dalam kelompok. Puzzle juga menjadi sarana melatih kerja sama anak,” imbuhnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Dwi Siswanto
#jember #puzzle tangram #puzzle #Museum Telu