Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Panggilan Masuk, Fakta Telepon yang Perlu Kamu Dengar

Dwi Siswanto • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:47 WIB
Handphone diambil dari pinterest kiriman Teach Wise Guide
Handphone diambil dari pinterest kiriman Teach Wise Guide

Halo Jember - Pada awal April 1973, sebuah adegan sederhana di trotoar Sixth Avenue, New York, diam-diam mengubah arah sejarah komunikasi.

Martin Cooper, insinyur Motorola, berdiri di tengah keramaian kota sambil mengeluarkan perangkat besar berwarna krem dari sakunya.

Dengan menekan beberapa tombol pada alat yang menyerupai “batu bata” itu, ia melakukan panggilan seluler pertama di dunia sebuah langkah yang menandai dimulainya era komunikasi portabel.

Pihak yang ia hubungi kala itu adalah Joel Engel dari Bell Laboratories, sekaligus kompetitor utama Motorola.

Reaksi hening di ujung telepon menjadi bagian dari cerita legendaris yang Cooper masih kenang hingga kini. Kutipan langsung mengenai momen tersebut tetap dibiarkan utuh, sebagaimana permintaan Anda.

Sebelum kejadian itu, konsep “telepon mobile” lebih identik dengan perangkat besar yang dipasang di kendaraan.

Industri telekomunikasi masih terpaku pada kabel, dan sebagian besar inovator besar, termasuk Bell Labs, membayangkan masa depan telepon berada di dalam mobil, bukan di genggaman manusia.

Motorola mengambil arah berbeda, mobilitas harus berarti kebebasan penuh, bukan sekadar berpindah dari rumah ke mobil.

Panggilan pertama itu kemudian memicu perlombaan teknologi. Butuh satu dekade bagi Motorola untuk meluncurkan perangkat komersial pertamanya, DynaTAC 8000x.

Ponsel ini beratnya hampir 1 kilogram, kapasitas baterainya hanya cukup untuk sekitar setengah jam waktu bicara, dan harganya setara belasan ribu dolar jika dikonversi ke nilai saat ini.

Meski demikian, perangkat tersebut menjadi tonggak utama yang membuka pintu bagi lahirnya industri telepon genggam modern.

Perkembangan ini tidak hanya melibatkan satu sosok. Tokoh penting lain seperti Amos Joel Jr. dari Bell Labs turut memberikan fondasi teknis yang krusial.

Ia merancang sistem switching yang memungkinkan panggilan berpindah dari satu sel jaringan ke sel lainnya tanpa terputus ketika pengguna bergerak solusi yang membuat telepon seluler menjadi benar-benar praktis dan dapat diandalkan.

Dari titik itu, teknologi terus berevolusi. Jaringan seluler berkembang dari 1G yang berbasis analog hingga sistem berkecepatan tinggi yang kini menopang internet, aplikasi, dan layanan digital yang kita gunakan sehari-hari.

Ponsel yang dulunya hanya mampu melakukan panggilan kini telah bereinkarnasi menjadi perangkat serbaguna, kamera, alat kantor, mesin pembayaran, pusat hiburan, hingga komputer mini.

Menariknya, meski menjadi sosok yang memulai revolusi ini, Cooper sendiri memiliki pandangan kritis terhadap ponsel modern.

Ia menilai desain perangkat saat ini masih jauh dari ideal, dan membayangkan masa depan di mana kecerdasan buatan dapat secara otomatis menyesuaikan fungsi ponsel sesuai kebutuhan pengguna.

Ia bahkan membayangkan perangkat masa depan mampu memantau kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada kehidupan manusia di tingkat yang jauh lebih luas.

Namun, terlepas dari kritik dan visinya tentang masa depan, Cooper mengakui bahwa kita baru berada di fase awal dari revolusi komunikasi seluler.

Dari perangkat seberat 2 kilogram dengan harga produksi fantastis, hingga ponsel ramping berukuran tipis yang digunakan miliaran orangperjalanan teknologi ini adalah transformasi besar yang membentuk cara manusia berinteraksi, bekerja, dan terhubung. Dan semua itu bermula dari satu panggilan di sebuah trotoar Manhattan.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#batu bata #Sejarah Komunikasi #motorola #telepon #martin cooper