Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga Menciptakan Sistem Pilah Sampah Berkelanjutan di SDN Kedungudi

Dwi Siswanto • Jumat, 16 Januari 2026 | 21:55 WIB
Mahasiswa BK 7 Unair memberikan edukasi tentang pemilahan sampah ke pelajar
Mahasiswa BK 7 Unair memberikan edukasi tentang pemilahan sampah ke pelajar

MOJOKERTO - Upaya membangun kepedulian lingkungan sejak usia sekolah diwujudkan oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melalui program Polisi Pilah Sampah yang melibatkan siswa secara langsung sebagai pengawas dan agen perubahan di lingkungan sekolah. Program ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di SDN Kedungudi.

Program Polisi Pilah Sampah merupakan kegiatan edukasi dan pendampingan lingkungan yang memberdayakan siswa dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Istilah “polisi” merepresentasikan peran pengawasan, kedisiplinan, dan pembinaan, sementara “pilah sampah” menegaskan fokus utama kegiatan pada pemisahan sampah organik, anorganik, dan B3 sejak dari sumbernya.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di SDN Kedungudi, mulai dari siswa, guru, hingga petugas pengangkut sampah.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai jenis-jenis sampah beserta contohnya, dilanjutkan dengan praktik langsung memungut dan mengategorikan sampah di lingkungan sekolah.

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga juga melakukan pengecatan tong sampah di setiap kelas dengan tiga warna, yaitu merah, kuning, dan hijau, sebagai penanda jenis sampah.

Sebanyak 60 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Untuk menjaga keberlanjutan program, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga membentuk Tim Polisi Pilah Sampah yang beranggotakan enam siswa dari kelas lima dan enam.

Para siswa terpilih diberi tanggung jawab untuk memantau kedisiplinan pemilahan sampah di kelas masing-masing serta memberikan contoh perilaku peduli lingkungan kepada teman-temannya.

Mukti Salim selaku person in charge kegiatan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang disiplin dan berkelanjutan melalui pelibatan aktif siswa.

Dengan menempatkan siswa sebagai pengawas sekaligus pelaku, diharapkan budaya pilah sampah dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, kendala yang dihadapi berupa keterbatasan jumlah poster edukasi yang belum dapat ditempel di setiap kelas. Sebagai solusi, materi disampaikan secara lisan dan melalui demonstrasi langsung, sementara poster ditempatkan pada tong sampah utama dan dinding sekolah sebagai sarana edukasi lanjutan.

Ke depan, disarankan agar poster edukasi dicetak lebih banyak sehingga dapat menjangkau seluruh ruang kelas.

Kepala Sekolah SDN Kedungudi menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.

Menurutnya, kegiatan Polisi Pilah Sampah membuat siswa lebih memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan B3, serta mendorong mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kebiasaan memilah sampah.

Lingkungan sekolah yang lebih bersih dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis sampah, dengan sekitar 80 persen siswa mampu menyebutkan dan mengelompokkan sampah sesuai kategorinya.

Selain itu, tersusun sistem pemilahan sampah yang berkelanjutan melalui penyediaan tong sampah tiga warna di setiap kelas serta adanya mekanisme pengawasan oleh Tim Polisi Pilah Sampah.

Program Polisi Pilah Sampah ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui lingkungan sekolah yang bersih, tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas melalui edukasi lingkungan, tujuan 11 tentang permukiman yang berkelanjutan, tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.

Program ini diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini serta menciptakan budaya pengelolaan sampah yang disiplin dan berkelanjutan di lingkungan SDN Kedungudi melalui kolaborasi seluruh warga sekolah.

Editor : Dwi Siswanto
#mojokerto #pilah sampah #unair