Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Desa di Wonogiri Jadi Jejak Sungai Bengawan Solo Purba, Bukti Visual Perubahan Besar

Mat Hari • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:00 WIB
Potret Dusun Mendak, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri yang dulunya sungai Bengawan Solo. (Instagram: @akakyanti.id)
Potret Dusun Mendak, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri yang dulunya sungai Bengawan Solo. (Instagram: @akakyanti.id)

HALOJEMBER - Sebuah desa di wilayah Jawa Tengah menyimpan jejak sejarah geologi yang luar biasa. Dusun Mendak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri ini dulunya merupakan bagian dari aliran Sungai Bengawan Solo Purba.

Kawasan tersebut juga termasuk dalam wilayah Geopark Gunung Sewu, yang dikenal memiliki bentang alam karst unik dan nilai ilmiah tinggi.

Para ahli geologi menjelaskan, sekitar 10 juta tahun lalu terjadi proses pengangkatan Pulau Jawa secara bertahap akibat aktivitas tektonik.

Baca Juga: Pelari Indonesia Robi Syianturi Pecahkan Rekor Nasional dan Asia Tenggara di Zurich Maratón Sevilla 2026

Proses tersebut menyebabkan perubahan besar pada pola aliran sungai purba.

Ketika daratan Jawa terangkat secara maksimal, aliran air yang sebelumnya mengalir ke arah selatan tidak lagi memiliki jalur keluar.

Sehingga sistem aliran Sungai Bengawan Solo Purba pun mengalami perubahan arah dan bentuk.

Baca Juga: Ini Keutamaan Tradisi Nyekar atau Ziarah Kubur, Ada Refleksi Spiritual dan Bakti Keluarga

Dampak dari peristiwa geologi purba itu masih dapat ditelusuri hingga kini melalui bentang alam karst, lembah kering, serta formasi batuan yang tersebar di wilayah Pracimantoro.

Dusun ini dikenal mendapatkan sinar matahari lebih singkat sekitar pukul 08.30-16.30 WIB karena diapit tebing tinggi.

Bekas alur sungai purba yang kini telah mengering menjadi bukti visual perubahan besar yang terjadi jutaan tahun lalu.

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan, Bondowoso Masih Menunggu Terobosan, Opini oleh Muhlisin, Peneliti Pilar Merdeka Riset

Jejak tersebut juga memperkaya nilai ilmiah kawasan karst Gunung Sewu sebagai laboratorium alam terbuka bagi penelitian geologi, geomorfologi, hingga paleogeografi.

Selain bernilai ilmiah, kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata edukasi geologi.

Pengunjung dapat mempelajari sejarah terbentuknya Pulau Jawa, dinamika aliran sungai purba, hingga proses terbentuknya perbukitan karst yang mendominasi kawasan tersebut.

Pemerintah daerah bersama pengelola geopark mendorong pengembangan wisata berbasis edukasi agar masyarakat lokal dapat turut merasakan manfaat ekonomi dari potensi geowisata.

 

Editor : Harry Erje
#sungai bengawan solo #wonogiri