HaloJember – Bulan suci Ramadan 1446 H, gema lantunan ayat suci Alquran mulai memenuhi masjid dan musala di berbagai penjuru tanah air.
Kegiatan tadarus Alquran, terutama yang dilaksanakan pada malam hari setelah salat Tarawih, kembali menjadi agenda utama umat Muslim untuk meraih keberkahan di bulan yang dijuluki sebagai Syahrul Quran (bulan Alquran) ini.
Tadarus bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.
Tadarus merupakan cara utama untuk "menghidupkan" malam-malam Ramadan, sebagaimana dahulu Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah ﷺ setiap malam di bulan Ramadan untuk saling menyimak bacaan AlQuran.
Para ulama menekankan beberapa keutamaan utama dari kegiatan tadarus malam hari:
Pahala Berlipat Ganda:
Setiap satu huruf yang dibaca bernilai satu kebaikan, yang kemudian dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.
Di bulan Ramadan, nilai pahala ini meningkat lebih dahsyat lagi dibandingkan hari-hari biasa.
Ketenangan Jiwa & Obat Penyakit Hati:
Membaca Alquran secara rutin memberikan efek ketenangan spiritual dan berfungsi sebagai "penawar" (syifa) bagi kegelisahan hati.
Peluang Meraih Lailatul Qadar:
Tadarus yang dilakukan secara istikamah setiap malam meningkatkan peluang seorang mukmin untuk berada dalam kondisi ibadah saat datangnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Syafaat di Hari Kiamat:
Alquran akan datang sebagai pembela atau pemberi syafaat bagi para pembacanya di akhirat kelak.
Di berbagai daerah, tradisi ini dirayakan dengan cara yang unik.
Misalnya, di Masjid jamik Al Amien Jember, Masjid Baiturrahman Banyuwangi, jemaah tadarus Alquran bersama untuk memupuk semangat kebersamaan.
Sementara itu, otoritas setempat di beberapa wilayah mengimbau agar penggunaan pengeras suara luar untuk tadarus dibatasi hingga pukul 22.00, ada yang dibatasi hingga pukul 24.00, dan ada yang sampai subuh.
Ini guna menjaga kenyamanan lingkungan tanpa mengurangi khidmatnya ibadah.
Dengan segala kemuliaan yang ditawarkan, tadarus Alquran tetap menjadi magnet spiritual yang mempersatukan umat, memperkuat iman, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri yang lebih baik
Editor : Hariri HJ