Ini terjadi di Jember, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Medan, dan Bandung. Bahkan, di sejumlah lokasi seperti Madura, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Aceh, Papua, hingga lokasi-lokasi lain banyak yang membaca Alquran saat malam Bulan Puasa.
Amalan tadarus bukan sekadar rutinitas tahunan. Melainkan ada ladang pahala yang diyakini umat Islam yang tak terbatas dan ditunggu-tunggu umat Muslim setiap harinya.
Keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadan telah dijelaskan dalam berbagai riwayat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap satu huruf yang dibaca akan mendatangkan satu kebaikan yang kemudian dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.
Di bulan Ramadan, perhitungan pahala ini menjadi jauh lebih istimewa karena segala amalan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Keberkahan tadarus Alquran tidak hanya milik mereka yang membaca dengan lancar. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai pahala tadarus:
Pahala bagi yang Mendengar:
Umat Muslim yang duduk tenang dan menyimak bacaan Al-Qur’an juga dijanjikan pahala serta rahmat yang besar dari Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan perintah untuk memperhatikan dan mendengarkan dengan saksama saat Al-Qur'an dibacakan agar mendapatkan rahmat.
Dua Pahala bagi yang Belum Lancar:
Bagi mereka yang masih terbata-bata atau merasa berat dalam membaca, Rasulullah SAW menjanjikan dua pahala sekaligus—satu untuk bacaannya dan satu untuk kesungguhannya dalam belajar.
Syafaat di Hari Kiamat:
Alquran yang dibaca dengan istikamah selama Ramadan akan datang sebagai penolong atau syafaat bagi pembacanya di hari akhir nanti.
Ketenangan Batin:
Tadarus Alquran terbukti mampu memberikan ketenangan batin dan memperkuat hubungan spiritual antara hamba dengan Sang Pencipta.
Selain sebagai ibadah personal, tadarus juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui kegiatan mengaji bersama di masjid.
Para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak hanya mengejar target khatam, tetapi juga mulai mencoba untuk mentadaburi (merenungkan) setiap makna dari ayat yang dibaca demi peningkatan kualitas iman.
Editor : Hariri HJ