HaloJember - Malam Nuzulul Quran, yang jatuh pada 17 Ramadan, adalah momen istimewa turunnya wahyu Al-Quran pertama kali.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti tadarus dan iktikaf di masjid atau datang ke tempat-tempat ibadah lainnya.
Namun, apa jadinya kalau semua orang berpikir sama dan sama-sama datang ke masjid untuk beriktikaf dan bermalam di masjid sampai subuh?
Bisa jadi, rumah kemalingan karena di Jember dan di Indonesia tidak seluruhnya aman. Apalagi, saat bulan puasa, meski setan diikat, namun maling tetap saja berkeliaran.
Untuk itu lah, sebagian atau banyak orang yang tidak datang ke masjid saat malam Nuzulul Quran. Alasannya, jika semua penghuni rumah datang ke masjid, maling akan leluasa mencuri barang berharga.
Rumah kemalingan saat malam bulan puasa pun masih sangat mungkin terjadi di Indonesia.
Para ulama menegaskan, tidak datang ke masjid karena alasan menjaga keamanan rumah atau waspada maling, tetap mendapatkan pahala besar.
Bahkan, bagi kawasan yang tidak aman, potensi mendapatkan pahala yang sama besar dengan ibadah di masjid akan sangat mungkin, jika niatnya tulus menjaga amanah harta benda.
Rumah Menjadi Masjid yang Hangat:
Menghidupkan malam Nuzulul Quran di rumah bersama keluarga (suami, istri, dan anak) memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda, "Jadikanlah shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan janganlah menjadikannya seperti kuburan" (HR. Bukhari & Muslim).
Tetap Dapat Pahala Jamaah: Jika terbiasa shalat berjamaah di masjid, lalu terhalang udzur (seperti rasa takut kehilangan harta/keamanan), pahala berjamaah akan tetap dicatat.
Membaca Al-Quran di Rumah: Membaca atau tadarus di rumah menjadikan rumah penuh keberkahan, rezeki diluaskan, dan hati tentram.
Mempererat Keluarga: Peringatan Nuzulul Quran di rumah bisa menjadi ajang peningkatan kualitas spiritual bersama keluarga, memperdalam pemahaman Al-Quran.
Baca Juga: Semarak Bagi-bagi Takjil Gratis Masjid di Jember Sediakan Ratusan Nasi Kotak
Amalan Nuzulul Quran di Rumah
Meski tidak mengikuti peringatan di masjid, umat Islam tetap bisa memaksimalkan malam 17 Ramadan dengan:
Tadarus Al-Quran: Memperbanyak bacaan Al-Quran bersama keluarga.
Shalat Malam: Melaksanakan shalat tarawih atau tahajud dan berupaya menghidupkan malam dengan ibadah.
Sedekah: Bersedekah di rumah.
Mengikuti kajian daring: Mendengarkan ceramah via YouTube atau media sosial.
Dengan demikian, menjaga rumah dari maling bukanlah alasan untuk kehilangan pahala. Justru, menjaga amanah harta adalah bagian dari ketaatan. Allah SWT menilai setiap amalan berdasarkan niatnya.
Selamat memperingati Nuzulul Quran, tingkatkan ibadah di mana pun berada.
Editor : Hariri HJ