HALOJEMBER – Sepuluh malam terakhir bulan Ramadan kembali menghidupkan suasana syahdu di berbagai penjuru Indonesia.
Masjid, musala, hingga rumah-rumah warga dipadati umat Muslim yang tengah melaksanakan itikaf dan meningkatkan ibadah, menyambut potensi datangnya malam Lailatul Qadar—malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk mencari malam kemuliaan tersebut pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Antusiasme Itikaf Meningkat, seperti Masjid Istiqlal dan masjid-masjid besar di kota lainnya terpantau mulai dipenuhi jamaah sejak malam ke-21 Ramadan.
Mereka mengisi waktu dengan shalat malam (Qiyamul Lail), membaca Al-Qur'an, dzikir, dan berdoa, terutama di sepertiga malam terakhir.
"Malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29) menjadi fokus utama.
Banyak umat Muslim berharap bisa mendapatkan keberkahan, terutama di malam-malam yang sering diprediksi, seperti malam ke-27," ujar salah satu pengurus takmir masjid di Jember.
Prediksi Malam Ganjil 2026:
Tahun ini, merujuk pada perkiraan kalender Hijriah, malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H / 2026 M jatuh di pertengahan Maret 2026.
Umat Muslim diimbau untuk tidak hanya terpaku pada satu malam saja, namun konsisten beribadah pada seluruh sepuluh malam terakhir, baik ganjil maupun genap, untuk memaksimalkan peluang mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.
Amalan Utama menurut para ulama yakni disarankan beberapa amalan yang dianjurkan, antara lain:
I'tikaf di Masjid: Berdiam diri untuk beribadah.
Memperbanyak Doa: Khususnya doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW:
“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka maafkanlah aku).
Meningkatkan Sedekah dan Tilawah Al-Qur'an.
Editor : Hariri HJ