Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenal Sonar Lumba-Lumba, Teknologi Alami dari Laut Untuk Menjelajah Samudera

Viona Rj • Selasa, 24 Maret 2026 | 06:30 WIB
Lumba-lumba (Wikipedia)
Lumba-lumba (Wikipedia)

 HALOJEMBER - Lumba-lumba dikenal sebagai salah satu mamalia laut paling cerdas di dunia. Salah satu kemampuan luar biasa yang dimilikinya adalah sonar alami, atau yang dalam istilah ilmiah disebut echolocation. Dengan kemampuan ini, lumba-lumba dapat “melihat” melalui suara, bahkan di perairan gelap sekalipun.

Sonar adalah sistem yang menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi objek. Pada lumba-lumba, sistem ini bekerja dengan cara mengeluarkan klik atau bunyi frekuensi tinggi. Gelombang suara tersebut akan memantul ketika mengenai benda di sekitarnya, lalu kembali ke tubuh lumba-lumba.

Dari pantulan suara itu, otak lumba-lumba mampu mengolah informasi tentang jarak, ukuran, bentuk, hingga tekstur objek.

Spesies seperti Bottlenose dolphin menghasilkan bunyi klik melalui saluran hidungnya. Suara itu difokuskan oleh bagian kepala yang disebut melon (jaringan lemak di dahi lumba-lumba).

Ketika gelombang suara memantul kembali, rahang bawah lumba-lumba menangkap getaran tersebut dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. Dari sana, sinyal diproses oleh otak dengan sangat cepat dan akurat.

Hasilnya, lumba-lumba bisa mengetahui keberadaan ikan kecil, rintangan, bahkan benda yang terkubur di dasar laut.

Laut sering kali gelap dan keruh, terutama di kedalaman tertentu. Penglihatan saja tidak cukup untuk berburu atau bernavigasi. Dengan sonar, lumba-lumba dapat mencari mangsa dengan presisi tinggi. Menghindari predator atau rintangan dan berkomunikasi dengan kelompoknya. Lumba –lumba juga menggunakan sonar untuk menjelajahi lingkungan sekitar. Kemampuan ini membuat lumba-lumba menjadi pemburu yang sangat efektif.

Menariknya, teknologi sonar yang digunakan kapal selam dan kapal penelitian laut terinspirasi dari cara kerja hewan seperti lumba-lumba dan kelelawar. Sistem ini kini digunakan untuk memetakan dasar laut, mendeteksi objek bawah air, hingga keperluan militer dan penelitian ilmiah.

Kemampuan echolocation menunjukkan betapa kompleks dan canggihnya sistem saraf lumba-lumba. Mereka tidak hanya mendengar suara, tetapi mampu “menerjemahkannya” menjadi gambaran tiga dimensi di dalam otak.

Sonar lumba-lumba adalah bukti bahwa alam memiliki teknologi yang luar biasa, bahkan jauh sebelum manusia menciptakan alat canggih. Dari laut yang dalam dan gelap, lumba-lumba membuktikan bahwa suara bisa menjadi mata kedua yang sangat akurat.

 

Editor : Viona Rj
#lumba-lumba #sonar #hewan #mamalia laut #laut