Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Candi Jago di Malang, Warisan Megah Kerajaan Singhasari Penuh Pesan Spiritual dan Filosofi Kehidupan

Viona Rj • Kamis, 26 Maret 2026 | 06:30 WIB
Candi Jago (WIkipedia)
Candi Jago (WIkipedia)

 

HALOJEMBER - Candi Jago merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini menjadi saksi kejayaan masa Hindu-Buddha di Nusantara, khususnya pada era Kerajaan Singhasari.

Nama Jago sendiri dipercaya berasal dari kata “Jajaghu”, yang berarti keagungan atau kebesaran. Candi Jago dibangun sekitar abad ke-13 sebagai tempat pendharmaan Raja Wisnuwardhana, salah satu penguasa penting Singhasari dan ayah dari Raja Kertanegara.

Wisnuwardhana dikenal sebagai raja yang membawa stabilitas politik sebelum masa kejayaan Singhasari mencapai puncaknya.

Candi ini menjadi simbol penghormatan kepada sang raja yang setelah wafat dipuja sebagai perwujudan Buddha Amoghapasa.

Berbeda dari banyak candi lain, Candi Jago memiliki struktur bertingkat seperti teras berundak. Bagian atas bangunan kini sudah tidak utuh, namun struktur dasarnya masih memperlihatkan bentuk asli yang megah.

Ciri khas lainnya adalah relief yang menghiasi dinding candi. Relief-relief ini menceritakan kisah-kisah epik seperti Kunjarakarna dan cerita Tantri yang sarat nilai moral dan ajaran kehidupan.

Relief di Candi Jago bukan sekadar hiasan. Setiap panel mengandung pesan spiritual, etika, dan filosofi hidup. Kisah-kisah tersebut menggambarkan perjalanan jiwa, karma, serta ajaran tentang kebaikan dan kebijaksanaan.

Hal ini menunjukkan bahwa candi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga media pendidikan spiritual bagi masyarakat pada masa itu.

Seperti beberapa candi lain di Jawa Timur, Candi Jago memperlihatkan perpaduan ajaran Hindu dan Buddha. Sinkretisme ini mencerminkan kondisi keagamaan pada masa Singhasari, di mana toleransi dan penyatuan ajaran menjadi bagian dari kehidupan kerajaan.

Candi Jago bukan sekadar bangunan kuno, tetapi warisan budaya yang menyimpan kisah kebesaran, spiritualitas, dan seni tinggi masa lampau. Meski sebagian strukturnya telah runtuh dimakan waktu, pesona sejarahnya tetap terasa kuat hingga kini.

Mengunjungi Candi Jago berarti menyusuri jejak peradaban besar yang pernah berjaya di tanah Malang dan sekitarnya.

Editor : Viona Rj
#Candi Jago #Kerajaan Singhasari #sejarah #malang #jawa timur